<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868</id><updated>2011-12-24T04:52:20.707-08:00</updated><category term='analisis'/><category term='cerita pendek'/><category term='ocehan'/><title type='text'>per-setubuh-an</title><subtitle type='html'>dua atau lebih orang manusia melebur dalam satu sentuhan yang nyata dan maya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-8810553284348269583</id><published>2011-12-23T22:57:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T04:52:20.747-08:00</updated><title type='text'>Multialog</title><content type='html'>Catatan ini merupakan catatan personal saya setelah mengombinasikan berbagai macam peristiwa menjadi satu catatan. Saya tergerak untuk membuat catatan ini karena kemarin hari saya menonton sebuah pertunjukan teater, berupa monolog. Ya, Monolog Inggit, istri yang senantiasa setia dalam perjuangan BK di masa menuju kemerdekaan bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah memang mencatat orang-orang ‘penting’ saja, walau nyatanya ia &lt;br /&gt;tak benar-benar penting. Walau nyatanya ia bukan benar-benar seorang pahlawan. Siapa yang mencatat sejarah? Apakah rekan dekat ‘pahlawan’ atau siapakah ia? Saya tak berupaya untuk menggugat siapapaun, karena sebetulnya di balik satu peristiwa, terdapat berbagai macam peristiwa lainnya yang mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak sebetulnya dengan karakter Ibu Inggit. Sering kali saya melewati rumah kenangan beliau. Yang membuat saya berpikir adalah, “apakah benar ini rumah seorang perempuan yang pernah jadi istri presiden pertama kita?” Rumah yang begitu mungil di kawasan Pasar Astana Anyar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah rumah seorang perempuan yang pernah menyelundupkan buku-buku istimewa ke Penjara Banceuy sehingga lahirlah pledoi BK yang terkenal itu: Indonesia Menggugat? Inikah rumah  seorang perempuan yang menjaga kestabilan emosi dan semangat BK pada masa awal perjuangan beliau? Inikah rumah seorang perempuan yang dibuang ke daerah perasingan demi menemani suami tercintanya? Inikah rumah seorang perempuan yang bukan hanya dengan caranya sendiri memperjuangkan kemerdekaan tapi juga dengan materi yang ia miliki? Inikah rumah seorang perempuan yang tanpa keluhan ia menjaga makna keperempuanannya? Inikah rumah beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah di kawasan perkotaan, lebih dekat ke pasar, dimana terdapat banyak emperan pedagang barang-barang bekas. Ini rumah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, selama menonton pertunjukan itu saya merasakan energi yang aneh, mungkin saya hanya merasa bahwa beliau-Ibu Inggit-tengah tersenyum kepada hadirin. Saya merasakan suatu energi yang begitu meledak ketika menontonnya, begitu tidak lemahnya beliau, begitu tak pernah beliau merasakan untung-rugi dalam cintanya, begitu beliau paham makna mencintai, begitu beliau sangat mencintai rakyat melalui suami tercintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, 3 tahun sebelum bangsa kita merdeka, beliau diceraikan, karena tak dikarunia tubuh seorang ibu. Namun, saya melihat potret senyumannya begitu tulus dan tak gentar. Begitu bahagianya kedua pasangan itu yang berada di payung asmara. Begitu indah perjuangan bersama yang mereka lakukan dalam susah maupun senang, dalam impian yang ingin dibangun bersama. Akan tetapi, lamunanku terhenti, ketika saya mengingat perbincangan saya dengan Bebe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebe waktu itu berkata, barang kali dalam perjuangan yang dilakukan oleh BK terdapat perjuangan perempuan-perempuan di dalamnya. Dari materi, menuju ke yang bersifat intelektual, menuju tahta yang bersifat kecantikan, dan sebagainya. Saat itu saya hanya tersenyum. Namun, kini saya berkata, apakah adil semua pernikahan yang dilakukan berkali-kali itu? Apakah cukup makna cinta hanya dilihat dari fungsinya? Fungsi material, fungsi intelektual, fungsi tahta kecantikan, dan lain-lain? Apakah itu semua adil? Apakah Ibu Inggit pernah mengeluhkan kekurangan suaminya? Ah, beliau tahu benar ‘kekurangan’ suami beliau, tapi apa ia pernah berpikir untuk menampik semua cinta yang telah mereka bangun bersama? Beliau bertahan dalam kekurangan suaminya, beliau bertahan atas nama cinta yang lebih tinggi dari sekedar hubungan manusia. Dengan kekurangan suaminya pun, Ibu Inggit bertahan untuk menemukan cara artikulasi yang bijaksana untuk ‘menutupi’ kekurangan-kekurangan itu. Kenapa BK melihat kekurangan pada perempuan lain dan menutupinya dengan kelebihan dari perempuan lain? Mengapa begitu? Mengapa tak ada kata toleransi dalam melihat kekurangan itu dan kemudian mencari cara lain yang jauh lebih bijaksana ketimbang menemukan perempuan lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak menjelek-jelekan beliau. Karena banyak sekali alam pengetahuan lelaki yang tak saya pahami. Tapi, berpikirlah, bahwa setiap manusia mengalami kekurangan....&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, saya kemudian tersadar akan peristiwa di masa lalu lainnya, ketika saya dan Bebe berbicara dengan seorang pedagang buku yang senang bercerita tentang BK. Pedagang buku itu mengutip tulisan BK: Jangan pernah menyakiti perempuan! Saya mendengar hal tersebut dua kali, dalam kesempatan yang berbeda, di tempat yang berbeda, dengan orang-orang yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menonton monolog itu, saya berpikir keras tentang kutipan pedagang buku tersebut. Saya berpikir keras. Apakah pernyataan BK tersebut menyatakan suatu kesungguhan dan kehebatan yang luar biasa bahwa ada cara menikahi banyak perempuan tanpa membuat perempuan-perempuan lainnya tersakiti atau apakah itu bentuk penyesalan BK-karena beliau khawatir telah ‘menyakiti’ banyak perempuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya sebelum menonton monolog itu akhirnya terjawab dengan pertanyaan yang saya tuliskan di atas. Ah, teman saya bilang: hanya BK dan Tuhan saja yang tahu. Saya kemudian ingin berteriak saja rasanya, hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-8810553284348269583?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/8810553284348269583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/12/multialog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8810553284348269583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8810553284348269583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/12/multialog.html' title='Multialog'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-3451312241626916387</id><published>2011-07-21T23:21:00.001-07:00</published><updated>2011-07-22T00:02:31.402-07:00</updated><title type='text'>Ruang Satu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CMVQW9EFQWc/TikXLCdd7GI/AAAAAAAAAH8/GkJHMsPJwHE/s1600/ruang%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CMVQW9EFQWc/TikXLCdd7GI/AAAAAAAAAH8/GkJHMsPJwHE/s320/ruang%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632058287409982562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar. Pagi pukul 7.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbaring diatas tempat tidur. Menatap langit-langit kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan-goresan kecil pada dinding kamar membentuk sebuah siluet yang mengingatkannya pada pohon di pinggir jalan itu yang sedang ditebang untuk pelebaran jalan.(menggerutu ) keteduhan dirubuhkan diganti tiang-tiang. Nilai lama ditebang, nilai baru ditegakan. Penerangan dan jalan yang lebar. Kesempitan dan kegelapan, itukah masalahnya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu redup, sebatang korek api tergeletak di lantai kamar terpisah dari rombongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak bangun. Duduk di samping tempat tidur. Memungut sebatang korek api tadi. Menatapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(berbicara sendiri) Kesepiankah kamu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutar-mutar  dengan jari, berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kotak mungkin si batang korek ini jadi merasakan kesempitan, berdesakan dan jadi mempunyai jarak dengan batang korek lainnya, padahal sebelumnya batang-batang ini adalah satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bertanya pada sebelah, belakang dan depanmu. Kita dimana? Dimana daun-daun kita? Kenapa gelap? Sebelah, belakang dan depanmu pun menanyakan hal yang sama kepadamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kotak terbuka. Terdengar keributan, sebelah, belakang dan depanmu, bersorak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia melihat cahaya meski tak lama, satu dari rombonganmu, dijepit dibawa naik keatas oleh sesuatu yang kamu dan rombonganmu tak mengetahuinya. Semua yang didalam terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak dijawab...&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Entah bagaimana kamu bisa terpisah dengan rombonganmu, tergeletak dilantai kamar ku, dibawah kamu memperhatikan sekeliling, merenung, menebak-nebak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kepulan asap rokok menghembus memadamkan api yang membakar sebatang pematuk api. Di luar kotak kamu memperhatikan tak bisa menyimpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu menjepitmu, kamu dibawa naik keatas. Sebuah kotak terbuka, kamu dimasukan kedalamnya, bergabung kembali dengan rombonganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pun jadi mengetahui, karena  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika terangkat naik ke atas tadi sekilas kamu melihat kebawah, melihat beberapa dari rombonganmu tergeletak didalam asbak, hangus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam rombonganmu bertanya. Kenapa hanya kamu yang kembali? Dimana yang lain? Kamu dibawa kemana? Apakah diluar sana kamu melihat daun-daun, tanah dan sinar matahari? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan..bukan! (katamu) itu sinar lampu, bukan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali semua terdiam, mendengarkan ceritamu tentang asbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lihat dirinya sendiri di cermin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segala yang dilihatnya adalah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(berbicara sendiri) Saya menyambut gembira hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang nanti di suatu tempat di tengah kota, saya jalani waktu-waktu baru yang  saya sepakati sebagai jam kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja…Kerja…Kerja, oh alangkah indahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sekarang hari minggu,tak perlu repot membawa perasaan takut ditilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bebas rajiaaaaaaaa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup bawa kesanggupan dan sebuah buku yang berisi trik praktis beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihi, si adaptasi..Kamu memang keset-keset asem. Gampang-gampang susah, susah-susah &lt;br /&gt;gampang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal baru, suasana baru, keadaan baru, bahkan sedetik setelah bangun tidur, saya masih merasa perlu beradaptasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya:  ruang dan waktu menipu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lama terasa baru, yang baru terasa asing tak banyak yang saya tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berputar, langkah-langkah kecil di gang terdengar, suara pedagang memecah keheningan. Di kamar pikiran meloncat-loncat tak mau diam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-3451312241626916387?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/3451312241626916387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3451312241626916387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3451312241626916387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-satu.html' title='Ruang Satu'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CMVQW9EFQWc/TikXLCdd7GI/AAAAAAAAAH8/GkJHMsPJwHE/s72-c/ruang%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-7219440529798214758</id><published>2011-07-21T23:20:00.001-07:00</published><updated>2011-09-24T23:17:22.992-07:00</updated><title type='text'>Ruang Dua (ruang-waktu satu)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Ii4TdnrySts/TikWxRLT2ZI/AAAAAAAAAH0/9mkYZrodbHw/s1600/ruang%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ii4TdnrySts/TikWxRLT2ZI/AAAAAAAAAH0/9mkYZrodbHw/s320/ruang%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632057844683757970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDEALNYA: Segepok lembar kertas jadi buku. Segepok buku jadi kumpulan buku yang memenuhi lemari, laci, meja, dan kasur. Segepok. Buku. Aku merasa tidak akan dipuja ko, kata si segepok dan si buku. Benar saja ucapan si segepok dan si buku itu, karena yang dipuja-puja, dikagumi, dikritik, ditertawakan, dibanggakan, disantet, dan dielu-elukan adalah yang bikin tulisan di dalam si segepok dan si buku; yang mengkreasi. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;NYATANYA: Yang mengkreasi bilang sama si segepok dan si buku: kalian jangan ge-er! Aku yang menuliskan tinta-tinta itu menjadi kata, aku yang mengubah kata menjadi pikiran, aku yang mengubah pikiran menjadi rasa, aku yang menetapkan rasa jadi kenangan, dan hanya aku-aku-aku yang bisa melakukannya! Kalian itu hanya media. Titik. Jadi, kalian berdua itu jangan ge-er alias gede rasa! Mengerti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kami punya keyakinan diri kalau saja orang-orang itu mengagumi kami. Lihat saja, mereka tertawa, sedih, senyum, kaget, jijik, dan muak karena kami; karena melihat kami! Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu simpelnya, jawab yang mengkreasi. Orang-orang cuma tahu mana yang merangsang dan bagaimana merespon si rangsangan. Tek-tok-tek-tok gitu. Tapi, apa kalian berdua memikirkan apa yang ada di balik itu? Sumber! Sumber!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengerti, jawab si segepok dan si buku sambil ongkang-ongkang kaki. Kami hanya yakin bahwa kami luar biasa-mampu meluluhlantakkan pikiran dan perasaan banyak orang semau kami. Baca halaman ini, mereka nangis. Baca halaman itu, mereka langsung tertawa. Lihat? Kami keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitukah?  Tanya yang mengkreasi.&lt;br /&gt;Si segepok dan si buku mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau aku menuliskan yang lain? Bagaimana jika aku ingin mengubah yang bahagia jadi sedih. Yang sedih jadi bahagia. Yang pasti jadi tidak pasti. Yang tidak pasti jadi pasti. Yang baik jadi jahat. Yang jahat jadi baik. Semua kulakukan karena kehendakku. Aku bisa mengambil kebersamaan kalian dan memberinya pada orang lain yang terpisah; aku memisahkan kalian. Bagaimana? Dan kemudian orang-orang akan kecewa dengan kalian, kaget, tidak percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak paham, yang mengkreasi...  &lt;br /&gt;Itu semua karena otak kalian seperti otak amfibi, dangkal. Rasa kalian, sebiji jagung. Intuisi kalian, salah tebak mulu. Gede rasa seperti kataku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, masa.....? ejek si segepok dan si buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya, begini saja. Aku ingin menuliskan, kalian terpecah belah saja dulu. Si segepok yang dulu kulihat minder mulu, kusibukkan ia dengan beragam kegiatan. Si buku biar dia ngerasain peran menunggu Godot. Aku ambil kebersamaan kalian, kuberikan pada yang terpisahkan; kalian jadi pisah sekarang. Si buku biar lembar-lembar di dalam dirinya lepas, putus. Aku minta dia belajar untuk mengumpulkan lembar-lembar itu  hingga suatu saat aku lihat apa dia udah memenuhi syarat atau tidak untuk kukumpulkan denganmu lagi, si segepok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar saja, yang mengkreasi? Kata si buku.&lt;br /&gt;Yes, aku bisa lega sekarang, buk. Kata si segepok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini kehendakku. Kalian manut saja, makanya  jangan kepede-an, lupa diri, lupa sumber. Tahu aku, tapi ga benar-benar bisa menempatkan aku di pikiran dan hati kalian. Goblok! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si buku  : Ampuuuuuuuuuuunnnnnnnn............&lt;br /&gt;Si segepok : Yeeesssssssss...................&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(Kini tinggal ada si buku dan yang mengkreasi)&lt;br /&gt;Sekarang aku kasih kamu peran menunggu Godot. Kemarin kamu sombong sekali engga bisa ngerasain apa yang dialami peran-peran menunggu Godot. Kamu sekarang ada di ruang ini. Ah, bukan hanya ruang, tapi juga ruang-waktu. Karena kamu percaya kan kalau ruang-waktu tidak terpisahkan? &lt;br /&gt;Ya, jawab si buku. Terus, apa aku bisa dikembalikan atau bareng lagi sama si segepok?&lt;br /&gt;Lihat dulu sekelilingmu, harus ada yang kamu lakukan. Pecah-pecah saja yang jadi topeng, buka isinya. Mengerti dulu apa yang kamu lakukan dan jalankan. Jangan ngoyo kayak tai di comberan. Jangan maksa kayak pemerkosa. Kamu harus jernih-jernih-jernih! Cring! Soal kamu balik lagi sama si segepok yah urusanku, mutlak. Paling aku akan bisik-bisik dikit dengan si segepok. Ya, mengerti? Itu urusanku. Kamu ga perlu repot-repot, okey? Okey dong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah kalau begitu, eh, kamu, yang mengkreasi, kamu memang Maha Asyik! Si segepok memang asyik tapi engga seasyik kamu; memang kamu sejatinya yah! Cihuy! (Si buku lari-lari riang walau ia dapat peran Godot).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-7219440529798214758?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/7219440529798214758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7219440529798214758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7219440529798214758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-dua.html' title='Ruang Dua (ruang-waktu satu)'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ii4TdnrySts/TikWxRLT2ZI/AAAAAAAAAH0/9mkYZrodbHw/s72-c/ruang%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-1585224799038471536</id><published>2011-07-21T23:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-08T03:22:27.274-07:00</updated><title type='text'>Ruang Tiga: Ruang Dalam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5hsdJUDUcyQ/TikWh3QqIqI/AAAAAAAAAHs/53XmVBBiQ7U/s1600/ruang%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5hsdJUDUcyQ/TikWh3QqIqI/AAAAAAAAAHs/53XmVBBiQ7U/s320/ruang%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632057580028830370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki kanan. Kaki kiri. Mereka melenggok ke kanan dan kemudian ke kiri. Mereka bersama-sama, tapi tidak berbarengan. Ketika yang kanan ke depan, yang kiri ada di belakang. Ketika yang kiri di depan, yang kanan ada di belakang. Hanya ketika diam tak berjalan saja, mereka akan sama-sama berbarengan. Mengapa demikian? Mereka hanya menjawab: hening, itulah saat kami saling melengkapi di suatu ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang yang manakah? Ruang angkasa? Ruang tamu? Ruang makan? Ruang langit? Ruang air? Ruang tanah? Ruang apa? Yang seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat diam itulah, kaki kanan dan kaki kiri menjawab serempak apa nama ruang tersebut, namanya adalah RUANG DALAM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lubang dalam di hati&lt;br /&gt;Ada hati kosong di ruang&lt;br /&gt;Ada ruang dalam di lubang&lt;br /&gt;Ada lubang kosong di hati&lt;br /&gt;Ada hati dalam di ruang&lt;br /&gt;Ada ruang kosong di lubang&lt;br /&gt;Lubang ruang hati ada dalam kosong&lt;br /&gt;Masih adakah puisi di hatimu?&lt;br /&gt;Atau ayat-ayat-Mu kah yang terlalaikan?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang dalam itu kami diam, maka dari itu, kami akan menjadi hening kemudian. Di situ kami mengenal  berbagai rasa, semacam melompat jauh ke memori di masa lalu dan kemudian terbang kesini; berlari jauh ke memori itu dan kemudian loncat kembali kesini.  Kami akan sangat merasa tidak cocok jika yang  kanan ke depan dan yang kiri akan ke belakang, begitupun juga sebaliknya. Tapi, kami membuat semacam ruang, yang kami sebut sebagai ruang dalam, di mana disitu Ada yang mengisi.  Kami tak boleh sedikit pun lalai, jika saja kami lalai sekali, maka ruang dalam kami kosong; kami akan saling membenci. Itulah kami yang bersama tapi tak berbarengan, namun, hanya dalam hening saja kami akan bersama dan juga berbarengan. Ini rahasia kami; Ada yang mengisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Bukan berpisah. Karena kami adalah kaki-kaki yang memang dibuat berpasangan. Jadi, kami memang akan terus bersama meski tak berbarengan. Dan puncaknya memang hanya dalam hening di ruang dalam, itulah saat kami berbarengan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Puisi karya M. Syaom Barliana, pengajar psikologi dan posmodernisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-1585224799038471536?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/1585224799038471536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1585224799038471536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1585224799038471536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/07/ruang-tiga.html' title='Ruang Tiga: Ruang Dalam'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5hsdJUDUcyQ/TikWh3QqIqI/AAAAAAAAAHs/53XmVBBiQ7U/s72-c/ruang%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-7161653973855579310</id><published>2011-06-07T23:42:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T00:52:48.813-07:00</updated><title type='text'>Ngulat Ngulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nCIQn25bz98/Te8aOti24aI/AAAAAAAAAGs/rLJbyNAOKfw/s1600/serangan%2Bulat%2Bbulu%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nCIQn25bz98/Te8aOti24aI/AAAAAAAAAGs/rLJbyNAOKfw/s320/serangan%2Bulat%2Bbulu%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615736100400587170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Munculnya ulat bulu tidak sebagaimana biasanya telah menimbulkan kepanikan warga di sejumlah daerah di tanah air. Bahkan, para pejabat di daerah kini cenderung frustrasi menghadapi serbuan ulat yang tidak hanya ganas melahap dedaunan tapi juga mulai berani masuk ke rumah penduduk, ruang sekolah bahkan perkantoran pemerintah. Kehadiran ribuan ulat bulu memang fenomenal. Sebab ulat tersebut semula hanya muncul di Kabupaten Probolinggo, namun dalam beberapa hari telah muncul di beberapa kota di Jawa dan konon juga hadir di Sumatera Utara. Seperti biasa, menghadapi fenomena alam yang tak lazim ini, berbagai kajian dan analisis, baik bersifat ilmiah, semi ilmiah, tradisional bahkan berbau klenik pun bermunculan. Ada yang mencoba menghubungkannya dengan kerusakan ekosistem, perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan, fenomena perubahan iklim dan pemanasan global, tapi tak sedikit pula yang memandang peristiwa ini sebagai kutukan dari Tuhan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pers memberitakan.&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tak mau ketinggalan, Jang Kendi juga ikut-ikutan menganalisis (masih berbau klenik yang a la kadarnya) fenomena yang sama. Pemuda likuran asal Dusun Kelokan ini merasa gatal ingin mempresentasikan hasil kajiannya. Bersama Neng Sindi, mahasiswi semester tujuh yang kebetulan sedang alergik sama tugas-tugas kuliyahnya, mereka rajin menggelar diskusi dadakan yang steril dari kehadiran sponsor perusahaan minuman lokal milik pak erwe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi yang hanya dihadiri mereka berdua itu, seringnya keduanya kesulitan ketika tak menemukan semacam formula-komunikasi yang enak dibaca, agar catatan hasil didiskusian mereka tak seperti ‘bulu-bulu ulat’ yang akan membikin pembaca gatal-gatal. Mereka juga takut dianggap lancang karena nekat mempresentasikan bentol-bentolnya (disekitar pantat) -akibat selalu ditakuti pemberitaan serangan ulat bulu- ke muka umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pemuda pengangguran itu tak pernah jelas sikapnya, jika sedang didalam kelompoknya dia bagai oposan yang tak setuju dengan rencana pak erwe yang akan mendatangkan tim pembasmi ulat kondang asal Dusun seberang yang biayanya diambil dari Dana Dusun. Berbeda jika dirinya sedang berada di dalam rapat karang taruna, ia bagai antek erwe yang setuju-setuju saja. Tetapi si Beragajulan itu memang sedang khawatir jika Dana tadi berpotensi: ulat-ulat pemakan duit berkembangbiak di kampungnya. Namun, kekhawatirannya itu hanya berani ia ungkapkan pada Neng Sindi, temannya. “Pembasmi ulat kan sudah terbentuk ya Neng, ngapain sih pak erwe ngebet banget bikin lagi, jangan-jangan ini cuma akal-akalan cari duit kayak bikin proposal?” Tambah Jang Kendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Dusun kita kan emang gak punya Jang.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Burung srigunting, sikatan, kutilang, glatik, prenjak, termasuk semut ngangrang dan serangga seperti pathogen serangga paecilomyces sp, parasitoid larva-pupa compsilura concinnata, dan brachymeria lasus. Mereka adalah tim pembasmi bebas bahan kimia, musuh alami si ulat bulu, predator biologis yang jauh-jauh hari sudah dibentuk Tuhan. Masalahnya populasi mereka semakin langka di Dusun kita, hampir musnah karena kita buru-perjualbelikan, bahkan katanya si belekok sekarang ‘tak sanggup’ lagi bekerja, karena fungsinya sering kita gantikan dengan insektisida. Kita sombong sih, selalu merasa yang paling berhak atas bumi dan isinya, banyak yang seenaknya mem-phk ‘pekerja-pekerja alam’ setelah kita berhasil menciptakan teknologi yang lebih ‘cekatan’ dari mereka, serakah mengeruk jeroan bumi, ngegundulin gunung dan bukit-bukit, memperkosa tanah dan laut royokan kemudian menceraikannya jika tak mengandung lagi keuntungan. Penghuni alam yang habitatnya dirusak pembangunan pabrik kita, yang sawah-ladangnya diubah jadi vila, yang makanannya berubah jadi mainan plastik anak kita, untuk proyek pembangunan dan kemajuan industri kita mereka musti mengalah. Malah ada yang menganggap kalau ada ular yang menampakan dirinya ke hadapan kita, si ular berarti ingin mati ditangan kita. Maka yang lapar keluar dari hutan di-dor jadi tontonan, yang haus keluar sarang ditangkap-masukan dalam kandang jadi piaraan, yang iseng jalan-jalan ke area pemukiman disembelih jadi hidangan. Kata ‘guru’ ngajiku lidah jangan hanya dilatih merasakan yang enak atau tidak enak tetapi gunakan untuk mendeteksi yang sehat dan yang tidak, sebab lidah tak akan pernah puas hanya merasakan sensasi daging semut rangrang, ingin mencicip juga menu spesial-sensasional :Bakso Pantat Gajah, mungkin nanti jika ilmu koki perancang selera makan kita sudah canggih kuadrat, akan menyajikan juga menu spesialsupersensasional :Daging Panggang Pantat Genderewo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neng Sindi tak diberi kesempatan untuk buka mulut, sebab sungut Jang Kendi seperti putus urat remnya. Malah dia sempat menyimpulkan kalau Jang Kendi sedang kambuh penyakit sarapnya, mungkin bisa dipicu karena masalah dirumahnya, lagi marahan sama pacarnya atau karena masalah hutang-piutang. Seperti biasa, kalau sudah begini dia pun sepakat untuk memakluminya saja, sambil mencoba meningkatkan kesabaran, dia memutuskan untuk tidur-tiduran sebentar, dan berharap semoga tak ada roh gentayangan sudi masuk ke tubuh Jang Kendi yang jarang mandi.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Semakin Dusun kita mengkota, kenapa semakin terasa kampungan?” Tanya Jang Kendi yang meluncur ke arah awang-awang. “Apa itu karena kita yang tak pernah serius menjalankan anjuran pak erwe untuk meniru pola hidup ‘sehat’ a la penghuni Dusun Maju diseberang benua sana? Sudah di didik sekian tahun agar memiliki kepribadian yang utuh, direbus sekian lama dikawah pengalaman, bahkan gaya dan dandanan bangunan kita sudah hampir mirip dengan wadag gedung Dusun sonoh, tetapi kenapa kita masih sering berlagak norak bagai si kebo ijo yang senang memamerkan keris pemberian ken arok. Atau seperti yang diisyaratkan oleh ‘guru’ku: "si raksasa cakil sedang berperang dengan raden arjuna, cakil mengambil kerisnya lantas menusuk perutnya sendiri. si raksasa cakil sedang dalam proses menikam perutnya sendiri dengan keris miliknya sendiri, terbunuh oleh sesuatu yang diciptakan dan dimilikinya sendiri, setiap orang juga berada dalam proses membunuh dirinya sendiri, setiap orang melampiaskan kesenangan, memanjakan keinginan, memenuhi ambisi sampai tuntas." lanjut ‘guru’ku "padahal itu semua memenjarakan dan akhirnya menimbuni diri kita sendiri. setiap orang adalah cakil." Apakah benar kita sudah menjadi si cakil? Apakah benar kita sudah seperti yang ditulis seorang pengarang; tak berminat berguru pada sejarah, hanya berminat membuat sejarah? Benarkah kita gampang dirayu oleh sebuah hadiah? Mudah-mudahan gak mencret-mencret luh! Yang bilang kita selalu tertipu sama maksud buruk yang dibungkus maksud baik, mana buktinya kalau kita suka tipu-menipu? Mana mungkin sesudah mempunyai warga seorang DPR, guru-guru mumpuni, sarjana-sarjana muda, yang memiliki ajian dan kesaktian empu-empu pengetahuan, yang mampu meracik suplemen-suplemen, obat kuwat dan vitamin-vitamin pemicu kecerdasan otak, kita masih bisa ditipu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neng Sindi manggut-manggut ngantuk. Namun Jang Kendi malah semakin menggelora seperti kemasukan roh Bung Kusan -sesepuh Dusun- yang sewaktu hidupnya suka berpidato dialun-alun kalau ada dangdutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng!.” Lanjutnya, sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan tak mempedulikan Si Sindi yang sudah ngantuk ingin pulang. “Kalau beliau-beliau disonoh saja cenderung jadi frustasi menjawab lembaran-lembaran soal tentang ulat bulu, apalagi saya yang bodosontoloyo tak berpengalaman ini. Anak hasil jenis sejarah apa saya ini, tak terbiasa mencari sendiri, semakin nyandu pada jawaban-jawaban jadi produk Dusun sana, dan selalu meminta juga mewakilkan menjawab pada bapak kita disonoh? Padahal kita sudah sepakat tak ingin membuat orang yang kita junjung malah tambah frustasi oleh persoalan kita, kita tak tega jika sampai beliau yang sudah tak kuat berdiri harus repot menuntun kita. Kita setuju untuk menjadi anak yang berbakti, sedia melayani keperluan bapak agar bisa nyaman duduk dikursi menikmati jerih payahnya sambil fokus memperbaiki nilai-nilai hidupnya, sebelum menghadap Penciptanya. Di sebuah acara pengajian menyebutkan jika Dusun kita termasuk salah satu penghasil bahan-mentah pengetahuan, malah banyak yang merakit gelar akademisnya disini. Tetapi kenapa banyak yang menyangka bahwa kita malas mengolahnya menjadi ilmu? Banyak yang sok tahu nganggap kita kurang akrab bergaul dengan minimarketnya, padahal jelas mulut kita selalu belepotan oleh  produk-produknya tiap hari. Jebolan perguruan silat mana itu yang meremehkan metodologi kita menangkap gerak Dusun, yang berkata kita hanya berminat memburu nilai-nilai yang ekonomisnya saja, dan kurang berminat pada nilai-nilai lain? Buktinya tak jarang kan Neng,  kita berdua bergaya bagai filsuf amatiran yang sedang sibuk menghafal buku-buku motivasi didepan teman yang sibuk banting tulang dagang asin di pasar? Pastilah keliru orang yang berkesimpulan bahwa arus pikiran kita telah diarahkan, sehingga kita hanya berminat dipusingkan oleh soal senang-tak senang saja, oleh ada uang dan tak punya uang saja, oleh ambisi pribadi saja, atau oleh tingkahlaku-pacarkusayang-nya saja. Buktinya kamu masih minat mencari soal yang baik-buruk dari seorang lelaki, kan Neng? Wajar kan kalau sesekali terjadi hal yang karena keterbatasan pengetahuan kita, kita tak mengetahui bahwa orang yang kita pilih karena kepinterannya, yang kita coblos karena keluasan wawasannya: itu sedang frustasi, itu hanya sibuk memperkaya diri sendiri? Padahal kita sudah semakin konsumtif  ngosumsi pengetahuan kayak obat 3-7x sehari sesuai imbauan. Tetapi, tolong dong jangan cuma bisa membodo-bodoin kita ya Neng, soalnya kan 'pengetahuam' yang hadir banyaknya soal artis mesum yang baru putus cinta. Jadi berapa kali lagi kita akan keliru Neng, berapa banyak lagi buku-buku musti kita beli agar langkah kita tak terlalu keliru? Maka itu Neng, kalau tak sekarang kapan kita akan memulai nyicil merubah kekeliruan diri kita sendiri, mencoba mengumpulkan bahan-bahan sendiri, menganalisis, mengkaji, mengolah dan menyimpulkannya sendiri? Soal benar atau salah prediksinya kita pikirkan lagi nanti, belakangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih sombong deh!” Igauan Si Sindi yang sudah tertidur dipojok ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa kita ketinggalan jauh dengan langkah mereka yang telah bersedia banting tulang sampai keluar ingus, untuk menuntut ilmu sampai bangku kampus, kuwat menahan mual ongkos dokter yang muahal, tahan bau mulut cerdik pandai, rajin menghafal rumus-rumus praktis, siap digerayami tangan dukun, bahkan tekun mengeleketek selangkangan bapak dosennya. Demi sebuah ‘jawaban’, mereka rela kehilangan ‘kebebasan’, mereka pegang teguh ajaran leluhurnya -Susah-susah dahulu, senang-senang kemudian- sepenuh jiwa, yakin akan berhasil balik modal, percaya akan memiliki ini itu, dan sungguh-sungguh mewujudkan cita-citanya menjadi ini-itu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krik..krik..krik! Sepi menyelimuti ruang diskusi, rupanya dongeng Jang Kendi berhasil membuat Neng Sindi tertidur pulas. Sedang Jang Kendi sendiri semakin kesurupan entah dirasuki sama setan apa yang memaksanya untuk naik keatas meja meneruskan ocehannya sambil teriak-teriak kayak monyet bokong merah. Tetapi sempat mereda beberapa menit setelah Neng Sindi kembali ngelindur mengajukan interupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I told you to keep your voice down!” Teriak Neng Sindi dan cukup membikin kaget Jang Kendi semenit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Who told you that?” Balas Jang Kendi .”Maybe-kah, we less have yu tu tok-tok wek probleum?” maksudnya: mungkinkah kita kurang mempunyai strategi menghadapi masalah? Harap maklum sebab memang dikelas silat nilai ujian b.inggrisnya yang terbutut: F- (F kurang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut bray!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semakin kurang kesanggupan untuk ‘susah-susah dahulu’ seperti mereka, kita akan membeli apa pun karena ingin cepat sampai pada yang ‘senang-senang kemudian’, setelah mempunyai bekjul, semakin tak sanggup rasanya untuk jalan kaki sekedar pergi ke warnet yang berjarak 20-30 meter dari rumah. Jika mesin cuci rusak, tak memiliki kesanggupan untuk mencuci pake tangan seperti dulu waktu belum mempunyai mesin cuci. Menghadapi serangan ulat bulu cukup diatasi dengan membeli pembasmi hama, menyemprot insektisida dan tak terbiasa memikirkan dampaknya yang bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Sakit kepala, mencret, masuk anjing tinggal telan obat-obatan warung, syukur-syukur kita punya duit lebih jadi bisa pergi ke dokter, atau dukun. Patah kaki hanya fokus mengobati kaki tanpa pernah kepikiran untuk mengobati atau merubah pola hidup. Kenapa berkali-kali doi jatuh dari motor, motornya yang bermasalah atau jiwa, mental juga spiritual pengendaranya yang hanya ingat gas dan kurang kesadaran rem, atau keadaan jalan, gerakan-aturannya: awut-awutan? Tetapi untung tak semua yang tadi saya sebut ‘kita’ seperti itu Neng, seperti di beritakan dikoran: Tidak semua ulat musti dibasmi. Sebab jika semua dibasmi, tak ada lagi yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, yang sangat berperan membantu proses penyerbukan tanaman. Ulat bulu yang diberitakan berjenis arctornis riquatp, hymantriia beatriix, sphraegidus virguneula, dan orygya postica. Jadi bukan jenis baru. Untuk menekan hama ulat bulu ekosistem harus diperbaiki. Sayangnya, pendapat para pakar tidak mendapat porsi pemberitaan yang memadai di media massa. Akibatnya, warga pun terus dihantui ketakutan. Namun tentu ada hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini.” Demikian berakhirlah pidato Jang Kendi yang rupanya telah ia siapkan dirumah, hasil utak-atiknya dari beberapa sumber.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Satu persatu mata Neng Sindi yang sejak tadi tertutup sedikit demi sedikit tapi pasti mulai terbuka, memastikan kalau Jang Kendi sudah berhenti ngebacot, namun pembicaraan semakin melenceng dari tema semula, malah keduanya kini semakin mendangkal dan merendah sepertinya memang sia-sia lah pidatonya tadi yang gagah kalau akhirnya merosot juga ke hal syahwat. Neng Sindi sangat serius menafsirkan mimpinya tadi ketemu lunmar, Jang Kendi malah asyik sendiri nonton video alil di henponnya, sambil asyik garuk-garuk anunya. Sedang jauh dari tempat pemuda-pemudi gatal ini, dipos ronda pojok timur dusun, si lele dan si pepe, juga sedang menyelenggarakan obrolan yang juga a la kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-9kKx2paQCf8/Te8bJtc9ZTI/AAAAAAAAAG0/BpEl9HOdE2M/s1600/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B003.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9kKx2paQCf8/Te8bJtc9ZTI/AAAAAAAAAG0/BpEl9HOdE2M/s320/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615737113988130098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baca tv ga pe tadi sore,” Tanya si lele tapi tak keburu dijawab si pepe. “Ulat bulu hadir di dusun Medok, empatwelas ribu pohon mangga petani dipreteli daunnya. Malah di Pontianak ulat bulu kebal disemprot insektisida, setelah disemprot hanya pingsan beberapa menit kemudian hidup lagi. Sudah dibakar, disemprot racun sampai menyelenggarakan salat hajat untuk mengusirnya, si ulat tetap saja banyak. Benarkah ini kutukan, karena perilaku kita sekarang akrab dengan dosa? Apa karena burung-burung predator ulat bulu sudah tak punya lagi pekerjaan sebab fungsinya tergantikan bahan-bahan kimia bikinan kita, atau karena iklim cuaca, atau akibat kesalahan kita sendiri yang berlebihan memburu belekok sehingga, keseimbangan ekosistem terganggu? si wewe perlu dikasih tahu nih, agar gak ngeburu lagi belekok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm, kalau cuma melarang kamu sama saja kaya pak erwe le, bisa kasih kerjaan baru si wewe agar gak ngeburu lagi belekok? Di berita, minim komentar dari pakar-pakar, berita-berita kebanyakan nakut-nakuti saja, bikin gatal, jangan terlalu di-hu’uh-kan lah pemberitaan di tv. Di dusun Medok ulat yang menyerang bukan jenis baru, spesies-spesies itu sudah ada sedjak tahoen empat lapan, lebih tua dari umur bekjulmu le, makanya dengerin pakar-pakar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tadi siang pe, waktu mau ke warnet aku ketemu pak tani, nanya-nanya dan ngobrol bentar sama beliau, beliau mengaku sudah tak u’u lagi katanya sama serangan ulat bulu. Sepanjang sejarah hidupnya, beliau sudah sering melihat kebunnya rusak pe. Katanya dulu kala kebun jeruknya ludes disita  si bangsat dasamuka yang sedang poling in lop sama pacar rama, kemudian datang kumpeni, bangsat berwajah necis dengan sepasukan operdomehnya merampas kebun mangga warisan Kakeknya. Lalu si nobita yang sedang dikejar-kejar si jayen juga datang ngaku-ngaku sebagai sudaranya dari timur, beliau percaya saja karena tak bisa untuk tak mempercayai,  maka beliau kasih tempat  itu anak di bilik pinggir kebun jagung miliknya. Lumayan katanya untuk ngusir tikus-tikus, apalagi si tolol mempunyai perkakas canggih dikantong ngajaibnya. Namun si ce’es dorangemon itu malah membikin perkara, meski seumur jagung kerusakan akibat ulahnya katanya lebih parah dibanding si tikus. Dan pesannya we, sekarang selain musti waspada pada serangan ulat bulu kita juga disarankan supaya hati-hati pada gangguan ulat-ulat raksasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halah..Pak Tani didengerin, dengerin itu komentar ahli perulatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, pak tani kan ahli perulatan pe, yang sehari-hari bergaul dengan tanah, dengan tanaman dengan pepohonan , yang tangannya kotor dengan lumpur, yang keringatnya membasahi cangkul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ya, ahli perulatan yang ku maksud sawah-ladangnya beda sama sawah-ladangnya  garapan pak tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu dengar ceramah jumat kemarin ga, pe? Kata ustad ini mirip fenomena masuknya ribuan belalang ke dalam istana Firaun di jaman Nabi Musa. Juga hikmah dari kisah petualangan ulat bulu yang berakhir indah setelah bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Namun, caranya menjadi indah telah merusak makhluk lain, karena pohon-pohon rusak dibuatnya. Ini kan seperti perilaku kita pe, yang disebut mahluk berakal. Lalu,  soal penanggulanggannya agar jangan sampai berlebihan, musti mempertimbangkan keseimbangan ekosistem jadi tidak semua dibasmi. Sebab jika semua dibasmi, tak ada lagi yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang sangat berperan membantu proses penyerbukan tanaman. Ku pikir pe, pemakaian kata menyerang untuk menggambarkan kemunculan ribuan ulat bulu itu kurang pas, soalnya mereka kan mahluk alam, mereka alami, tidak seperti kita yang sudah banyak di/me-rekayasa (oleh) sesuatu sehingga tidak lagi ‘mau’ alami. Mungkin mereka sedang bertransmigrasi pe, atau mengungsi. Atau mungkin munculnya fenomena itu karena hasil dari ‘rekayasa ’ kita dalam mengelola bumi? Kalau memakai kata menyerang rasanya kok serem pe, seolah kita akan menghadapi peperangan menghadapi mahluk yang sebenarnya mudah untuk kita taklukan. Kalau rombongan kita yang hadir ke habitat mereka apa bisa disebut menyerang? Kan cuma jenis kita yang suka menyerang.  Kata ustad Tuhan hadir melalui kemunculan mereka untuk menegur perilaku kita pe, Kamu ngedengar kan pe? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Le, kata ‘guru’ku kalau nanya cara membuat bakso jangan ke tukang cendol.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengerin itu ya orang yang kompeten di bidangnya le, agar gak terlalu keliru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik pe, memang benar katamu tadi untuk mendengar hanya pendapat pakar yang kompeten, dan sah-sah saja kamu untuk membatasi hanya mendengar pendapat-pendapat dari orang-orang yang kompeten. Tetapi sebaiknya kamu juga ngebuka telinga pada pendapat orang yang gak kompeten agar kamu bisa belajar mendengarkan yang gak kamu sukai. Lebih bagus lagi kalau kamu mau mendengarkan juga cerita ku yang sangat sangat sangat kompeten ini. Tapi sebaiknya jangan dulu memotong sebelum beres, juga sebaiknya cerita ini tak usah ditagih kebenarannya, karena memang banyak salahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Sn1tI0syJ9U/Te8b2-0HUVI/AAAAAAAAAG8/2-N9xTZ-kbo/s1600/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B004.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Sn1tI0syJ9U/Te8b2-0HUVI/AAAAAAAAAG8/2-N9xTZ-kbo/s320/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615737891742765394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir pe, bulu-bulu ulat sudah merambat juga ke dinding fb, dan media-media jejaring sosial lainnya, mungkin juga sudah masuk dan sembunyi di laci-laci pikiran kita, soalnya kalau ngo’el dan membaca lagi status juga catatan-catatanku (termasuk catatan ini) aku sering merasa gatal-gatal pe. Aku sering menganggap sudah mengenal orang hanya dengan membaca profilnya, catatan-catatannya atau yang dipostingnya di sonoh, akhirnya aku tahu anggapanku tentang si orang itu ternyata memang banyak kelirunya. Bahkan pe, anggapan ku tentang diriku sendiri juga sering keliru. Di antara yang publish-publish itu ada yang agak-agak aktivis, ada yang agak slebor, ada yang jujur dan pulgar, ada yang menye-menye, ada juga yang selalu menyebut nama Tuhan. Seringnya aku jadi terjebak pada teks pe, padahal aku sering diberi tahu kalau yang dihadirkan teks belum tentu dihadirkan oleh sikap dan perilakunya. Contohnya aku pe, aku sendiri sering membuat image ku dengan teks-teks sehingga orang akan menyangka bahwa aku seperti yang ku tulis, misalnya ketika aku mengutip kata-kata bijak tujuanku hanya ingin dapat likethis, atau minimal orang menganggap aku bijak. Dan tak sedikit pe yang tertipu, temanku nyi nginel adalah orang yang sering tertipu oleh ku. Doi malah pernah disemprot insektisida oleh pacar temanku, karena lagi-lagi terjadi salah-sangka: pacar temanku gatal-gatal setelah baca publish-an nya si nginel yang disangka tertuju padanya, sehingga perlu mengoleskan deretan kalimat antigatal dari berbagai kitab. Dan bodohnya si nginel baru ngeuh setelah pacar temanku tadi bentol-bentol sampai mangkel. Tahu kan pe, efeknya apa? Ya betul, sampai sekarang pacar temanku alergik untuk ngobrol lagi dengan si nginel karena menyangka si nginel sejenis spesies ngulat bulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7e5_2Jk5oog/Te8cIYurJuI/AAAAAAAAAHE/_EyhbEjMbnU/s1600/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7e5_2Jk5oog/Te8cIYurJuI/AAAAAAAAAHE/_EyhbEjMbnU/s320/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615738190757045986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi denganku pe, aku juga kemarin-kemarin merasa gatal-gatal sama sejenis spesies ulat bulu baru yang ‘merembeti’ ku. Ah..ini terlalu didramatisir, tetapi tanggung pe, sudah panjang lebar aku ngebulatuk, gak afdol rasanya kalau gak nunjukin bentol-bentol diarea pantat yang sering aku garuk-garuk. Karena bentolku letaknya dipantat maka ini ada hubungannya dengan perasaanku sama si praba sumirat, cewek yang sudah dua tahun jadi pacarku pe, soalnya kemarin aku merasa jatah pulsaku akan habis, aku gak tahu masa aktif jadi pacarnya berlaku untuk berapa lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TNfnD56a1EM/Te8cUs7oLXI/AAAAAAAAAHM/t81yVTf6QVc/s1600/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TNfnD56a1EM/Te8cUs7oLXI/AAAAAAAAAHM/t81yVTf6QVc/s320/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615738402338516338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditaman sebuah kampus negeri aku keluhkan rasa gatal-gatalku padanya, maksudnya sih ingin minta salep untuk bentol-bentol dipantatku dan mungkin saja dia bisa bantu mendiagnosisnya pake kacamata psikologi, soalnya bunyi kentutku kemarin agak amburadul pe. Sama ulat yang akan menyerang kebun pak erwe sih aku kurang resah pe, tetapi bulu-bulu ulat yang bikin aku gatal ini, sudah menempel di kebun yang kubikin bareng si sumirat, pengaruh bulunya malah sudah merembeti impian mamahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zVXf3XB0KA0/Te8cf7_jByI/AAAAAAAAAHU/mawfIFPcW2U/s1600/08052011546.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zVXf3XB0KA0/Te8cf7_jByI/AAAAAAAAAHU/mawfIFPcW2U/s320/08052011546.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615738595360048930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa maklum pe, soalnya pengaruh bulu-bulu BMW nya memang lebih bikin gatal dibanding bmw (Bebek Merah Warnanya) ku. Apalagi muatan profil pic-nya dan pengaruh bulu-bulu lain yang sering dihadiahkan pada si sumirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-CJ-PtBXtqAI/Te8cuzMakKI/AAAAAAAAAHc/wmzd_ZQDhBM/s1600/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B006.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CJ-PtBXtqAI/Te8cuzMakKI/AAAAAAAAAHc/wmzd_ZQDhBM/s320/%2527serangan%2527%2Bulat%2Bbulu%2B006.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615738850696138914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, sori le bukannya gak betah dengerin cerite lu. Tapi guwe juga jadi gatal-gatal sebelah pantat nih, musti buru-buru eek di jumblengnye si bebe.” Kata si pepe sambil berlari meninggalkan si lele sendirian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-7161653973855579310?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/7161653973855579310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/06/ngulat-ngulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7161653973855579310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7161653973855579310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/06/ngulat-ngulu.html' title='Ngulat Ngulu'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nCIQn25bz98/Te8aOti24aI/AAAAAAAAAGs/rLJbyNAOKfw/s72-c/serangan%2Bulat%2Bbulu%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-9067310993475286225</id><published>2011-05-26T06:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T23:39:06.042-07:00</updated><title type='text'>Mang Simar</title><content type='html'>cas-cis-cus di gasibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eCk44kMMOi0/Td5aCqIhR0I/AAAAAAAAAGI/-X--A4NEXT0/s1600/cas-cis-cus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eCk44kMMOi0/Td5aCqIhR0I/AAAAAAAAAGI/-X--A4NEXT0/s320/cas-cis-cus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611021187466479426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam Simar mendapat wangsit didalam mimpinya dari Pak Kasur, yang memerintahkannya agar besok pagi sekali ia pergi ke kota sebelum si Ibi surabi bangun pagi, untuk ikut pencalonan diri menjadi anggota pemda, Pak Kasur menggambarkan tentang hidupnya yang tak akan lagi samar jika ia menjadi pegawai negeri. Jalan hidupnya akan lurus, anak-anaknya tak akan kurus dan bodi istrinya akan semakin montok juga mulus. Bahkan, rumahnya bakal bagus, tak lagi hancur ditembaki tim densus yang hendak menangkap si Doraemon yang sering bikin kasus-mencuri ayam-ayam kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin berhembus sepoy-sepoy, masuk kedalam usus- keluar dianus lalu melemparkan mimpinya kedalam kakus. Terperanjat dia terbangun dan segera berlari ke arah kakus menyelamatkan mimpi, setelah sempat menginjak si bungsu didalam kardus yang sedang asyik mengelus-elus anunya yang kurus sambil terus-menerus mengigau : Cus..Plus..Juss..joss..ahh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husssssttt! Mencebur ia kedalam kakus meraih mimpi yang hampir mampus, kemudian dibawanya mimpi itu ke bidan minta di inpus. Paginya sesuai perintah di dalam wangsit, Simar telah sampai di kota dan bergumul dengan beratus ribu orang yang juga punya mimpi sama. Sebelum mengisi lembar soal dalam hati ia yakin, jadi pegawai negerilah satu-satunya cara agar hidupnya menjadi pasti. Pastinya setelah menolak untuk mencuri dan korupsi, yang juga sangat pasti dapat menggiringnya masuk bui dan tv seperti temannya si Intisari bikin hepi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak disangka dia berhasil lulus tes psikotes hari ini, tetapi dia jadi ragu dengan tes berikutnya, mengingat dirinya yang hobi minum intisari dan kopi, sudah pasti dia bimbang pada tes lari. Maka sebelum ditimbang diposyandu dia putuskan besok hari minggu akan lari pagi digasibu. Dan kali ini keputusannya itu keliru, sebab ia tak pernah tahu jika gasibu dihari minggu telah berwajah seperti pasar baru, lapang dan jalan penuh dengan para pedagang dan sesak orang lalu-lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam isi pidatonya minggu lalu, tuan misteur Ir. Gerber perancang gedong sate yang mewakili Gubernur Jendral di Batavia, melihat fenomena peralihan fungsi lapang ini sebagai dampak dari krisis ekonomi global, ditengah lapang berjam-jam beliau membacakan tentang sistem ekonomi makro dan mikro yang tak pernah dimengerti orang-orang yang mendengarnya. Bahkan seorang yang datang langsung diamankan petugas setelah dengan lantang bilang. “Ahhhkkk lieurrrr An**k”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menganjurkan agar semua sekarang musti kreatif-produktif dan secara inovatif dapat merubah animo masyarakat yang konsumtif menjadi duit. Maka dengan sarannya itu, kini pemungut pajakpun semakin kreatif memungut pajak pada pedagang yang sangat butuh duit. Dari mulai pajak untuk sewa tempat-kebersihan sampai pajak untuk kentut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dulu lain sekarang semua telah berubah, bahkan tujuan orang-orang yang datang ke gasibu hari minggu atau ke pusda’i hari jumat juga ikut berubah dan semakin beragam –seperti Simar yang datang ke pusda’i hari jum’at, kini tujuannya bukan lagi mencari pahala seperti biasanya, yang ia cari sekarang adalah diskon agar kembali untung mendapat banyak laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorrrrrrr! Simar dibikin kaget oleh Nyi Kunti yang menepuk bahunya dari belakang, ia lihat perut Nyai semakin membuncit karena ulah suaminya si Jin kura-kura yang hobi hura-hura. Simar akhirnya bertanya tempat yang bisa dipakainya buat olah raga padanya, kemudian Nyai mengajaknya kesebuah taman manula. Disana ada sekitar seribu ibu hamil yang sedang senam poco-poco, karena perutnya yang buncit Simar langsung diterima jadi anggota tanpa harus diplonco, kemudian ikut senam disana seharian. Bahkan, sempat ada yang iseng bertanya umur bayi yang dikandung dalam perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya ketika akan dites fisik, Simar jadi ragu dirinya berhasil lulus tes lari kali ini, sebab senam lantai kemarin malah membuat perutnya yang buncit jadi melilit sakit, juga karena tiga-botol intisari yang ia teguk tadi pagi sebelum mandi, sebelumnya ia percaya dapat menambah rasa percaya diri. Tetapi, kini malah membuat perutnya yang sakit tak bisa lagi menahan kecipirit dan prettt .. Basah semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hawa ngalengka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1r6hZSW6IWo/Td5bUrOC5AI/AAAAAAAAAGQ/noCFz4_G-jc/s1600/cerita%2Bngalengkadiraja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1r6hZSW6IWo/Td5bUrOC5AI/AAAAAAAAAGQ/noCFz4_G-jc/s320/cerita%2Bngalengkadiraja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611022596507362306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga minggu semenjak kepergian anak-anak Simar yang merantau ke Alengka, di Klampis Ireng mendadak dang-dut. Sebab kini warga tak perlu lagi begadang menjaga ternak dan kebun mereka, bahkan kini Simar jadi gandrung menelepon Nyi Janda.&lt;br /&gt;Tetapi dari lubuk hatinya yang kecil, ia merasa cemas pada anak-anaknya. Oleh karenanya, dia bermaksud pergi ke Alengka mencari anak-anaknya. Tibalah Simar di Alengka, negeri para raksasa yang sangat berbeda dengan Klampis Ireng tanpa anak-anak Simar. Disana banyak sekali polusi, mulai dari polusi : Udara, suara, mata sampai polusi cepe dan tidur yang dikit-dikit duit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Priiiit!! Duit-duit…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Alengka dia bertanya pada setiap penduduk yang berpapasan dengannya, namun semua sia-sia, jawaban tak pernah didapat sedangkan dia kini sudah tak lagi mempunyai apa-apa. Sebab, setiap kali bertanya, dia harus mengikhlaskan barang dan uangnya menjadi milik orang lain. Yang dimilikinya sekarang hanya selembar foto anak-anaknya. Namun, Simar tak pernah gentar, dia akan terus ikhtiar. Tetapi, kini perutnya lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"waduh gimana donk?" keluhnya pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Alengka akan sangat sulit menemukan orang seperti Pak diman, yang waktu musim kampanye rajin mengundang anak-anak yatim untuk makan gratis di kafenya. Simar jadi kangen Pak diman, setelah terpilih jadi RW, tak pernah lagi dia lihat Pak diman nongkrong di pasar. Lalu, terpikir olehnya untuk membawa Pak diman ke Alengka. Siapa tahu Pak Diman bisa merubah sedikit penampilan Alengka, Pak Diman kan birokrat yang seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruuuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut Simar pun semakin lapar. Tanpa berpikir panjang, dia menghampiri sebuah warteg samping stopan. Dia mau bekerja apa saja untuk mendapatkan makanan. Sebelum sampai kedalam warteg yang penuh sesak itu, di stopan dia melihat anak-anaknya. Mereka menjadi pengamen: Ultraman, Batman, Spideurman dan Suparman. Mata Simar membelalak tak percaya dan tak bisa diam menghitung jumlah anaknya yang lima. &lt;br /&gt;Kurang satu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara anak-anaknya yang sedang teler aibon itu, tak ia temukan sosok si bungsu Doraemon yang lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maling! Maling! Teriakan di dalam warteg dan tak lama setelah itu, ia melihat anak bungsunya si Doraemon sedang dikejar-kejar ratusan orang. Di antara mereka yang mengejar, ada yang membawa keris, tombak, panah, dan pistol air! Simar tak percaya, semakin tak percaya ketika ia mengetahui bahwa si bungsu mencuri lem aibon milik Pak Diman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membeli identitas di cihampelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jKdtVPPe5nM/Td5cRn_h8TI/AAAAAAAAAGY/z-E5wNRHP1A/s1600/membeli%2Bidentitas%2Bdi%2Bcihampelas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jKdtVPPe5nM/Td5cRn_h8TI/AAAAAAAAAGY/z-E5wNRHP1A/s320/membeli%2Bidentitas%2Bdi%2Bcihampelas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611023643613196594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Simar jalan-jalan ke Cihampelas, dia bergelantungan disemua toko yang ia singgahi. Mencoba satu-persatu : Baju-celana-celana dalam-bebe-kalung-kaca mata-sepatu-sandal dan semua yang ia kehendaki, lalu memasukannya ke dalam kantong ajaib Doraemon untuk diaudisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak lupa ia cicipi bermacam dagangan kuliner disepanjang jalan, kesempatan langka dan kebetulan ia memiliki selembar voucher makan gratis sekenyangnya. Tetapi Simar sudah sangat kenyang, akhirnya bermacam jajanan kuliner itu dari mulai berat-ringan sampai berjuta jenis cemilan tak pernah berhasil masuk kedalam perutnya yang telah buncit dengan ketakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya semua jenis kuliner itu akan disaringnya terlebih dahulu disebuah baskom jingga pemberian Resi Drona, yang dapat meng-diagnosis makan yang asli dan yang telah dimanipulasi, mendeteksi yang sejati dan yang telah ditempel bermacam gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengdiagnosa kue ulang tahun sampai pecel lele, mendeteksi surabi sampai ke pizza. Malah akan tampak sangat konyol setiap sebelum makan orang biasa berdoa, dia malah bertanya pada dadar telor yang hendak disantapnya. Didalam mu terkandung nutrisi atau gengsi? Selain itu ia juga telah merubah semua patung-patung dan manequine yang ia temui jadi berwajah seperti anak-anaknya : Spideurman, Batman, Suparman dan Ultraman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Simar nongkrong di Ciwalk, disana ia ditangkap satpam. Rupa-rupanya disana ia telah sampai hati mencuri sebuah gantungan kunci berwajah Semar disebuah toko yang menjual segala macam kreasi anak negeri- Toko purba bercita rasa Eropa milik saudagar kaya asal Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaimnya Semar saudara kandung mantan suami Isabela, maka si saudagar merasa berhak juga mempromosikan semar-semarnya. Semar dan anak-anaknya yang dipromosikannya lebih sakti dan fanky, tentu saja ternyata yang bertugas memanipulasi seorang seniman handal bernama, Parodi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada tempat untuk sudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-5Pf2utLLg8E/Td5ctnN8avI/AAAAAAAAAGg/pBI4ozg_njk/s1600/cerita%2BBIP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-5Pf2utLLg8E/Td5ctnN8avI/AAAAAAAAAGg/pBI4ozg_njk/s320/cerita%2BBIP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611024124441553650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 27-08-09, Simar diundang tajil bareng oleh Bima di BIP. Siangnya (seperti biasa jika ada maunya) tapa-brata di Caringin Tilu, mengiba semoga Kresna sudi meminjamkan uang Rp.50.000,- padanya. Karena tak tega melihat mukanya yang semakin butut juga karena mengingat Simar sebagai teman yang selalu boke, akhirnya dengan iba hati Kresna menyerahkan juga padanya uang belanjaan untuk Nyi Ontosoroh selembar 45ribu. Simar tersenyum manja, langsung dia bergegas kembali ke Klampis Ireng, merenovasi dirinya agar tampak 10 tahun lebih muda, menyikat puncungnya yang putih karena ketombe. Ia kenakan sarung cap dua kurcaci kesayanganya-kemeja krokodil made in Swiss pemberian Ratu Kidul, yang dibeli waktu tamasya ke Pangrango dan tak lupa ia bawa juga keris pemberian Ken Arok yg telah berhasil membunuh Kebo Ijo-sambil dalam hati mengharap dapat memperistri gadis seperti Ken Dedes. Matahari semakin condong ke kiri, dia masih saja sibuk mengapresiasi diri, ia ingin kelihatan funky di depan semua bidadari seperti si Chomsky yang berhasil menggondol Dewi Banowati di acara tek-mi-ot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get Out! Teriak ibunya yang sudah tak tahan dengan bau nyong-nyong yang digunakanya .Akhirnya Simar beranjak pergi jalan kaki, menyusuri sawah-mendaki gunung-melewati lembah. Lima menit sebelum adzan dia telah berhasil tiba di BIP, ia disambut ondel-ondel Jepang yang menyanyikan lagu lawas Harry Roesli, didalam para kurawa dan pandawa sedang sibuk berebut posisi tempat duduk, berebut duduk di depan meja yang menyajikan menu tajil spesial -seublak daging naga- yang dipercaya sebagai makanan para dewa dan dapat meningkatkan derajat orang yang memakanya. Sedangkan di dapur para sudra yang sebenarnya lebih menguasai ilmu meracik tanah ikut latah memanfaatkn puasa, berharap uang THR kali ini cukup untuk mmbeli baju baru-Hp baru-mobil baru yang pasti dapat sedikit meningkatkan gengsi ketika memejengkanya waktu pulang mudik ke kampung. Simar tak kebagian tempat, padahal adzan telah berkumandang, para kurawa dan pandawa tak ada yang menghiraukanya, mereka sedang sibuk mengunyah, suara makannya bergemuruh tampak sangat lapar dan rakus! Bahkan kursi dan meja pun telah habis disantap para kurawa dan pandawa menjadi menu cuci mulut mereka. Tak ada tempat untuk Simar dan sudra!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-9067310993475286225?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/9067310993475286225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/mang-semar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/9067310993475286225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/9067310993475286225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/mang-semar.html' title='Mang Simar'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eCk44kMMOi0/Td5aCqIhR0I/AAAAAAAAAGI/-X--A4NEXT0/s72-c/cas-cis-cus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-3198559540698270232</id><published>2011-05-15T04:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T04:38:43.398-07:00</updated><title type='text'>?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MUM9ZvC8eU4/Tc-3Nrbp6qI/AAAAAAAAAGA/dNVn-hd_h5o/s1600/bb%2B014.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MUM9ZvC8eU4/Tc-3Nrbp6qI/AAAAAAAAAGA/dNVn-hd_h5o/s320/bb%2B014.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606901506724457122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyun, malam itu saya iseng sms-in putra-putri Mang Wisrawa untuk datang kerumah nemenin begadang. Karena tak seperti biasanya nyun, malam itu terasa sepi, serem dan angker sendirian. Belum muncul tulisan message sent, eh..mereka sudah nongol, rupanya gak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai ke rumah sebab kata gosip: mereka beralamat dalam diri, malah ada yang mengatakan jika mereka sebenarnya masih saudara saya. Pusing ya, nyun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mubazir! Hambur bacot, dot.” celetuk si manyun, teman ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menohok! Tanpa celetukannya saya tak mungkin ingat  si mubazir. Tetapi memang begitulah catatan ini, penuh kemubaziran dari awal penyusunan huruf pertama sampai akhirnya diposting disini-. “Tapi, mubazir kan temen nya setan.”  Kata si manyun. “iyah, gak apa-apa. Kan sering setan jadi temen kita nyun? Lagian ceritanya juga kan ini sedang ditemenin Raksasa-raksasi putra-putri Mang Wisrawa, nyun.” Jawab saya. Maka, tahu diri sudah bersikap mubazir, cepat-cepat saya hibur diri sendiri, masa sudah mubazir lantas harus merasa tak berguna, rugi dua kali dong. Saya anggap si mubazir ini ada gunanya juga. Minimal jadi semacam kentut psikologis, kan kentut itu menyehatkan, iya kan nyun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kamu, Nel (yang sekarang sedang membaca ini ) - “GR, memang ada yang mau baca?” potong si manyun lagi  tapi tak saya hiraukan- kebetulan kesasar disini lalu nekat ingin membaca sampai akhir padahal sudah saya beritahu banyak kemudlarotannya, jangan salahkan saya jika kamu kemudian jadi sedikit bingung, migren mu kambuh, kentut tak teratur, waktu mu terbuang percuma, dan tak mendapat apa-apa dari catatan ini. Saya saranin mending cepat klik tanda ‘x’ merah diujung kanan atas atau pindah ke xxx.com kemudian buru-buru istighfar. Karena saya tak mau mengajak kamu  -atau siapa pun- pada kemudlarotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…….  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika saudara yang beralamat dalam diri itu muncul beneran, nyun. Saya si penakut ini, mana berani ngobrol sama raksasa, yang ada mungkin bakal berak di celana lihat tampang si sulung yang katanya lebih serem dari ‘rajia motor’. Belum lagi dengan potongan si Kumbakarna:  raksasa nya para raksasa. Untung saja (Sebentar nyun! meski ini bohongan, tetapi petuah bilang harus bisa untung-untungin diri.) si raksasa tukang tidur itu muat juga masuk kamar saya yang sepi barang elektronik. Dan satu lagi yang tak kalah menyeramkan, adalah si raksasi Sarpakenaka yang kelakuannya lebih serem dari tampang aslinya sindi kendi. Tapi untung lagi, malam itu si cw gatel yang gagal jadi pasangan duet karokean Ramawijaya ini, nampilin dirinya ala selebritis. Lagi-lagi saya untung, nyun. Karena keburu diingetin si bungsu, Wibisana. Coba kalau saya si khilaf, mungkin mau saja di anu-anu si Sarpakenaka sialan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingat, bung! Jangan terkecoh sama tampilannya yang aduhay. Ingat! Inga! Rajin-rajin lah bersihin mata, agar pandangan gak kecele.” Kata si bungsu yang bijak “Ini, saya bawa obat mata tjap eye produk PT Ngalengka terbaru, mumpung masih promosi.  Ayo..! Diobral-diobral!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung lah, saya gak terhasut iklan obat mata ngalengka itu nyun, yang ternyata telah di fatwa haram oleh DepDikMas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, hati-hati nyun! Sekarang, alat dan metode jebakan si Sarpakenaka sudah canggih-canggih, terakhir ia diketahui menggunakan sebuah situs buat menjebak korbannya. Sebelumnya ia berkedok sebagai miyabi, Sebelumnya lagi sebagai karyawan sebuah bank, sebelum sebelumnya berperan sebagai perempuan imitasi bernama Ica. Dari si bungsu Wibisana saya ketahui juga, jika korban-korban Sarpakenaka biasanya adalah orang atau manusia yang matanya kotokeun. Juga kata si bungsu, mata-mata kotokeun itu disebabkan karena tak pernah dicuci pake obat mata tjap eye, produk PT Ngalengka tadi, nyun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serius dong ah! Sekali-sekali bikin catatan kaya si kendi, ada ilmiah-ilmiahnya dikit.” kata si sulung Rahwana yang sangat sabar membaca curhatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf.. Na! Terpaksa saya ajak kalian membaca deretan huruf yang membosankan, memang ribet dan ngerepotin. Tapi ini satu-satunya cara yang saya tahu agar kalian jadi tahu sedikit kebingungan saya, nee.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, silahkan kalau mau bingung. Tapi plis, jangan di bagi-bagi, telen sendiri lah!” Kata si Kumbakarna, raksasa penganut individualisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, salah nge-sms. Harusnya tadi nge-sms penyiar radio, terus minta solusi ribut sama pacar. Malah nge-sms raksasa goblok, yang maunya enak sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Husss….maap, maap kate ye. Gini-gini gue juge tempat curhat nye si Wibisane, taee..” Semprot si Kumbakarna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Langsung aje..” Potong si Rahwane “Loh, kok ane jadi ketularan gaye lu, neee?”&lt;br /&gt;“Ini, cepat telen obat ane Kang! Murah meriah.. Ceban aje. Mumpung masih promose.” Sambut si Wibisane pade Kakangnye si Rahwane sambil teriak-teriak kaye kondektur bis di kote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung yang sekarang kepalanya menjadi dua -tanda kemarahannya muncul- mlorotin celananya, kemudian maju ke depan panggung menatap kearah penonton sambil nyombongin anu nya. Gawat lah jika si sulung sudah menjadi Dasamuka si kepala sepuluh, karena kata orang kalau kepalanya sudah genap sepuluh maka, anu nya tetep ada satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Elu, na... kita lagi pada bingung elu malah sibuk dagang.” Bentak si sulung yang sekarang kepalanya nambah satu lagi, jadi 2+1=…? “Bukannya bantuin si bebe! Atau minimal beliin dia pulsa.. Gue kesel ame lu, tauk! Kalau bukan ade udeh guwe gebet luh. Produk-produk lu ternyata bohong semua. Tujuh hari muka bisa putih? Pret… udeh habis selosin, tetep aje merah jingge. Muke gileee!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hu’uh.. Kolor elektrik yang gue beli seminggu kemarin juge gak ngaruh ape-ape ke kegantengan gue.” Sambung si Kumbakarna “Maleh, bulu idung gue yang makin manjangin gak karuan, neee….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak nya dibutuhkan kesabaran ekstra buat nerusin cerita pertengkaran adik-kakak yang memang gak pernah akur dari pas brojol itu nyun, sedang kamu kan tahu saya gak sabaran. Jadi mohon maaf terpaksa diedit langsung ke episode seratus dua puluh –kesimpulan curhatan- Terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendirian nyun, merasa tak mampu, lemah dan tak bisa melakukan apa-apa pada apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore, lewat pesan pendek Nyi Nginel mengeluh merasa sedih-kesal sendirian dan saya tak bisa membantunya untuk sekedar menghibur hati nya. Malam nya, saya mendapat telepon dari seorang teman yang sedang merasa terancam, gerak-geriknya seperti sedang diawasi wewe gombel dan ia sedang dikepung ketakutan, sendirian. Dan Mamah di kamarnya sedang terbaring menahan rasa sakitnya sendirian, juga seorang keponakan harus bisa mengatasi rasa sakit di kakinya karena tabrakan. Saya hanya sibuk mengeluh di dunia maya, tak membantu apa-apa,  tak tahu harus melakukan apa, tak mampu mengusir rasa sakit hanya sibuk berkhayal asyiknya jadi dukun, tabib atau minimal jadi dokter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uwaah.. gue banget tuh.” Celetuk si tukang tidur Kumbakarna, si nafsu lawwamah. Penyuka warna hitam, si lambang roh banteng dengan anasir tanah yang bersifat selalu mementingkan diri sendiri. Atau si ‘zhalimii anfusihim’ yang enggan ‘berhijrah’ padahal memiliki kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sana teman ku seorang lagi nyun, mungkin sedang merasa aman atau mungkin sedang di rebus rasa dendam sendirian, dan saya masih belum tahu musti berdiri dimana? Di tengah-tengah nyun? Ditengah-tengah, tak berpihak itu kan sebenarnya sikap berpihak juga. Atau berdiri di pihak yang benar? Tetapi, benar menurut versi siapa,  benar versi sendiri, versi teman-teman atau versi hukum? Kalau versi sendiri bisa gawat nyun, sebab kalau sudah begitu maka hanya saya yang benar dan yang lain salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hihi..kamu nyindir ane ye?” Potong si angkara murka, Rahwana. Raksasa penyuka warna merah yang berlambang roh harimau dengan anasir api, si nafsu amarah yang ingin menang sendiri dan bercita-cita menguasai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Berpihak pada benar nya orang banyak? Tetapi benar nya orang banyak kadang kan adalah bentuk subjektif yang disepakati diobjektif-objektifkin. Atau berpihak pada hukum, yang kadang malah tak kalah ruwetnya nyun, karena hukum juga punya versi-versi sendiri juga nyun, hukum versi yang ini atau yang itu? Akhirnya saya nyun, hanya bisa duduk di kamar tenggelam dengan perasaan-perasaan sendiri. Bertanya-tanya, hu’uhkah kita benar-benar bisa merasakan perasaan di luar perasaan diri kita sendiri, nyun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mampu nyun, untuk mengatasi problem-problem pribadi saja masih sering keder. Saya masih butuh bantuan dan pertolongan, masih suka mengharap pada kekuatan-kekuatan bikinan. Saya sekarang benar-benar merasa sendirian, nyun. Tak memiliki kenalan dokter yang bisa ditelpon malam-malam dan sudi cape-cape datang kerumah untuk ngobatin mamah dan keponkan, tak memiliki kerabat berpangkat atau minimal sosok ayah yang memberi perlindungan, ada sih tetangga seorang anggota dewan tetapi sama sekali tak bisa diharapkan, nyun. Lalu kepada siapakah saya bisa mengadu nyun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mamah menangis merintih menahan sakit. Saya merasa juga sakit meski kadarnya jauh lebih kecil di banding sakit yang dirasa mamah, tetapi lumayan dibanding kakak saya yang khusu dengan hape blekberinya. Saya malah sakit menyaksikan itu nyun, kok bisa kaka saya hare-hare? “huh..mbagusi!” komentar si manyun. Sambil memijat-mijat telapak kaki mamah, saya membisiki si rasa sakit. “Kit, maen yuk! Jangan ngurung saja di tubuh mamah saya, mending ikut saya, kita ngeliwet di pos kamling bareng bapak-bapak linmas! Ganteng-ganteng loh..”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran kemudian mengembung, saya mencoba menjadi keponakan yang harus dipijiti dokter urut seminggu sekali karena tulang paha kanan nya keluar jalur dan ternyata saya tak sanggup, nyun. Belum lagi jika ada diposisi teman yang sedang di kepung rasa takutnya. Nyali saya ciut nyun, pada masalah yang  jadi jatah nya. Namun betapa sombong nya saya, ketika menganggap remeh masalah yang ada perkara hukum nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Uwihh…ngeri Mas. Urusan sama Hansip Ngamarta, bisa di copot-copot, idung, tangan, anu kita Mas..” kata si Sarpakenaka, si nafsu sufiah penggemar birahi. Warna paporit nya kuning, lambang roh nya ular naga anasir nya air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarpakenaka, perempuan itu benar-benar mirip kamu. Dihatinya tumbuh subur amarah mu, Dasamuka. sifatnya mencerminkan elu, Kumbakarne. Tetapi sosok nya seelok kamu, Wibisana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertip…uuu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah sendiri, mau same adik ane.” Kata si Dasamuka “Emang susah ya cari manusia yang manusia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya insyafi diri untuk mencoba melihat masalah itu dari beberapa sudut, karena gak bisa hanya menyalahkan si Ica (nama samaran Sarpakenaka di fb, yang berhasil menjebak Mang Umar dan Mas Udin –nama disamarkan- kedalam hubungan carangan) itu juga kan ada hubungannya dengan ketakmampuan si umar dan udin mengantisipasi diri nya sendiri. “coba kalau tahu ia raksasi pasti mikir tujuh kali . Tetapi memang Sarpakenaka kan ahli mencopot celana dan dengan mantranya orang bisa dibikin kebelet lalu membabi buta ingin mencopot segalanya sebagai manusia sampai setelanjang-sebinatangnya sampai berubah  fungsi dirinya, malah orang bisa dibikin rela mencopot sendiri pakaian kemanusiannya demi Sarpakenaka? kata si manyun teman ku” Maka saya berkesimpulan si ini gak sepenuh nya salah, si itu juga gak bisa sepenuhnya benar. Karena meski drama ini bergenre badani (untuk tak menyebut hewani) –karena penuh adegan tunggang-menunggang dan mangsa-memangsa-, mereka (juga saya) tetap lah manusia, yang sedang berproses menjadi manusia meski kini sedang ‘khilaf’ dengan kemanusiaan, dan bukankah kamu juga tahu menjadi manusia itu lebih penting dibanding menjadi baju-baju profesi yang terlanjur kita anggap sebagai jati diri, nyun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, ribet ya?” kata si Kumbakarna “Seharus nya kan, yang salah ya si salah. yang benar ya pasti, saya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang susah melacak si salah jika langkah hanya berhenti pada kata, apalagi percaya begitu saja pada pandangan mata yang kadang tak bisa dibedakan yang kotokeun dengan yang belekan. Lebih ribet lagi karena saya nyun, tak memiliki kesanggupan menganggap si salah sebagai bagian dari diri saya sendiri. Mungkin si salah bukan ia, dia, mereka  tetapi saya dan cara saya memandang mereka. Namun karena terbiasa dan dibiasakan mengotak-atik pembenaran-pembenaran yang saya kompromi-in sebagai sibenar akhirnya saya sering merasa tak bersalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka malam itu sambil memesrai keresahan teman di telepon diam-diam saya tebak si teman pasti sedang merasa serba salah juga seperti saya, mau kesini salah - kesana salah, begini salah, mau menutup telepon juga salah. Alur hidupnya keluar jalur, kerjaan nya terbengkalai dan saya hanya bisa menyalahkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya tak mempunyai kebesaran Kumbakarna yang celah-celah basah ketek nya bisa dijadikan tempat untuk berlindung, saya tak memiliki akses dengan kekuatan Rahwana yang berkuasa di Ngalengka untuk bisa saya pamer-pamerkan, lingkaran kekuasaannya bisa menjadi jimat yang tersimpan dalam dompet yang saya bawa kemana-mana sehingga saya bisa melanggeng ‘aman’ di jalanan, bahkan kalau mau saya bisa seenaknya menyerobot ‘lampu-lampu merah’ tanpa merasa salah,  karena sebagai kerabat pejabat anu saya menyangka akan merasa aman-aman saja meski telah melanggar ini-itu. Saya tak memiliki akses dengan pengaruh Sarpakenaka yang mampu menggerogoti jiwa manusia dan sanggup membeli manusia tidak saja fikiran dan jiwa, namun semua yang dimiliki harus ikut menghamba padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyata nya sekarang saya sendirian di kamar nyun, merasa tak mampu, lemah dan tak bisa melakukan apa-apa. Kepada siapakah saya musti mengharap bantuan? Kekuatan macam apakah yang benar-benar mampu melepaskan teman saya dari jeratan masalah yang bagai raksasa-raksasi menyeramkan, sehingga patut kita datangi untuk menggabungkan diri dan memohon pertolongan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sugan hayang siga Simbah Kenun maneh, be?” Celetuk si bungsu, Wibisana. Satu-satu nya putra Mang Wisrawa yang manusia, berlambang roh Burung Garuda, si nafsu Mutmainah nafsu suci yang cenderung mengajak mendekati  Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-3198559540698270232?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/3198559540698270232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3198559540698270232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3198559540698270232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title='?'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MUM9ZvC8eU4/Tc-3Nrbp6qI/AAAAAAAAAGA/dNVn-hd_h5o/s72-c/bb%2B014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-6571643036124767630</id><published>2011-05-07T04:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-07T04:39:31.306-07:00</updated><title type='text'>Kamar pribadi. Pribadi?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-AX2Z_xEXrwk/TcUs26Om6yI/AAAAAAAAAF4/5Oy1BPHFAbw/s1600/kamar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-AX2Z_xEXrwk/TcUs26Om6yI/AAAAAAAAAF4/5Oy1BPHFAbw/s320/kamar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603934633187535650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masukilah kamar pribadinya, tengoklah yang termuat dalam otak nya, perhatikan lah sifat watak dan kecenderungan nya, pelajarilah muatan jiwanya, syukur engkau temukan ketelanjangan nya, yang tak muncul ketika di luar, ketika di angkot, ketika di masjid, ketika di kelas, ketika bareng dengan teman-teman nya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-6571643036124767630?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/6571643036124767630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/kamar-pribadi-pribadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6571643036124767630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6571643036124767630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/kamar-pribadi-pribadi.html' title='Kamar pribadi. Pribadi?'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-AX2Z_xEXrwk/TcUs26Om6yI/AAAAAAAAAF4/5Oy1BPHFAbw/s72-c/kamar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-5315605584927951078</id><published>2011-05-05T08:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T08:33:10.452-07:00</updated><title type='text'>HURUF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Zn_zLNsYFB0/TcLC4oMxcwI/AAAAAAAAAFw/0rb-pbQxQ7o/s1600/huruf.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Zn_zLNsYFB0/TcLC4oMxcwI/AAAAAAAAAFw/0rb-pbQxQ7o/s320/huruf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603255164521771778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huruf-huruf di buku ku mbrojol, satu-persatu copot keluar merangkak meloncat-loncat depan ku. Tak beberapa lama setelah itu huruf-huruf masuk kembali, menyusun barisan sendiri, berderet-deret semaunya sendiri. Kemudian buku ku menutup sendiri, aku hanya bisa bengong melongo kemudian ku ambil buku ku dan ku buka halaman pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: tyNe jOo rEntkl ngFpai………………………………………………………bla…bla…bla &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh…kok jadi gini?” aku kaget melihat catatan ku berubah jadi gak karuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ku buka halaman ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: A cHkmm Gteuenv XwqPhaa meniUtrbkaA hfklPsTai…………………………… bla..bla…bla….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Jgerp Mmmn Hbdihfgo nfdrerppp, jada ilo ererp msaiyk hhrbapern bau ……bla…bla…bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke empat, kelima, ke enam, ke tujuh sampai terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modar aku, gak satu pun halaman yang ku mengerti isinya, susunannya jadi kacau balau, catatan yang ku buat setahun belakangan yang berisi curhatan romantis, ketikan untuk status fb, untuk blog, pengamatan ku pada fenomena keseharian, penelitian ku tentang kegiatan semut, catatan sakit hati ku, puisi-puisi ku, cerpen yang ingin ku bukukan, novel dan karya ilmiyah ku hancur gak karuan. Huruf-huruf seperti gak mau lagi bekerjasama dengan ku, bagaimana bisa huruf-huruf bertindak semau sendiri? apa gerangan yang terjadi pada huruf-huruf sehingga tega mengacaukan rencana-rencanaku? Kenapa kamu rup, bagaimana bisa……..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai berdarah-darah pertanyaanku pada si huruf, mata sampai berair karena kantuk, sebatang sampai berbatang-batang roko ku renggut dari bungkusnya ku hisap sampai sumpek kamar ku sampai puntung-puntung kretek itu menumpuk di asbak, sampai pertanyaan-pertanyaan mengepul menambah pengap kamarku kemudian hilang di tiup angin malam entah kemana sampai akhirnya aku tertidur lemas dihisap pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ku ketahui bagaimana awal ceritanya (pokonya baca saja!) dihadapan ku sekarang telah berkumpul si A, si I, si U, si E dan si O sedangkan huruf-huruf lainnya berjejer rapi dibelakangku seperti sedang menonton, mereka kayak bisa gerak padahal enggak. Mereka sedang duduk mengobrol padahal gak bisa ngomong (pokonya gak usah protes!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“silahkan gunakan hak mu untuk berpendapat, apa pendapat mu?” tanya si A pada ku, aku yang masih bengong lihat huruf bisa ngomong kaget gak ngerti harus jawab apa. &lt;br /&gt;Dalam rapat dadakan itu aku beranggapan jika si A , si I, si U, si E dan si O dan huruf-huruf lainnya memiliki fungsi-fungsi.  Tetapi karena tak mengetahui metode pendekatan apapun dan terbatasnya pemahamanku tentang cara menyusun sebuah catatan yang enak dibaca maka terpaksa anggapan itu kemudian ku otak-atik, ku kait-kaitkan ku sambung-sambungkan dengan prinsip-prinsip manajemen di sebuah buku, ku copy saja pemikiran dibuku itu kemudian ku paste-in disini dengan anggapan bisa “mewakili” ku, seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika si A dalam hal ini adalah “planning” yang merupakan derivasi sifat uluhiyyah dan rububiyyah-Nya, perencanaan jelas bukan aktivitas yang menggunakan sarana rasa, karsa, nafsu atau hati nurani. Ia merupakan produk olah pikir, olah intelektual, olah kepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian si I adalah “organizing” yang merupakan simbul dari fungsi dan aktivitas “rasa” dan pencerminan sifat Al-Rahman dan Al-Rahim Nya. Rasa atau perasaan merupakan unsur manusia yang berkaitan dengan fungsi keindahan, kesenian, tepa selira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si U “budgeting” yang merupakan pencerminan fungsi ruh atau karsa yang berpusat di jantung manusia, ruh merupakan derivat sifat Al-Malik Nya, Al-Malik arti harfiahnya adalah pemilik atau memiliki, yang berkonotasi materi, kebendaan atau fungsi ekonomi. Karena itu dari kata ruh atau Al-Malik ini dapat diturunkan fungsi manajemen yang berkaitan pula dengan aspek ekonomi atau bisnis yaitu penganggaran atau budgeting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si E adalah “controlling” yang merupakan simbul nafsu mutma’innah yang tenang dan terkendali dan sekaligus pengejawantahan sifat Allah yang Maha Pengendali (Al-Qabidh). Pengendalian dimaksudkan agar apa yang dilaksanakan dalam organisasi berjalan sesuai dengan rencana, prosedur dan petunjuk pelaksanaan yang telah diterapkan. Manusia itu mahkluk yang lemah dan selalu tergoda untuk melanggar aturan dan disiplin kerja terutama pada tahap implementasi atau pelaksanaan program atau rencana kerja. Itulah simbol nafsu lawwamah, sufiah dan nafsu ammarah, karena itu nafsu yang lemah ini perlu diperkuat dengan suntikan motivasi, sedangkan yang nafsu liar (ammarah) perlu dikendalikan agar dapat dimanfaatkan untuk kuda tunggangan (kerja keras dan disiplin) oleh penunggangnya (manajer). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si O adalah “evaluating”  dari unsur Qalbu atau hati nurani yang berfungsi sebagai penasihat dan merupakan turunan sifat Al-Hadi Allah. Berbeda dengan fungsi controlling yang dilaksanakan selama proses atau tahap implementasi atau pelaksanaan program organisasi sedang berjalan, maka fungsi si O dilakukan setelah keempat fungsi lainnya berjalan secara tuntas dimana input telah diproses menjadi output. “evaluating” ini merupakan penilaian seluruh langkah sebelumnya baik si planning, si organizing, si budgeting maupun si controlling. Dari hasil evaluasi akan terlihat pada tahapan mana fungsi-fungsi menajemen yang tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penyempurnaan aktivitas organisasi pada periode berikutnya. Penghapusan fungsi yang terakhir ini dapat berakibat pada keterpurukan organisasi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan huruf-huruf konsonan fungsinya apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maaf, pendapat apa ya?” jawab ku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“huuuuuuuuuuuu,,,goblok!” terdengar surakan huruf-huruf yang berjejer dibelakang ku, rupanya dugaan ku benar, mereka sedang menontonku. Tetapi aku masih gak ngerti, aku disini sedang apa, aku harus berpendapat apa?&lt;br /&gt;“tenang-tenang!” kata si E pada huruf-huruf yang berjejer dibelakangku. &lt;br /&gt;“begini...” Kata si I pada ku “kami memanggilmu, dengan maksud ingin bertanya padamu, beberapa pertanyaan dan mungkin sedikit meminta tanggung jawab mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku gak ngerti?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa yang engkau lakukan pada kami?” kata si O memotong pembicaraan ku. “engkau keliru tentang empan-papan, berkali-kali engkau paksa kami  berdiri di lapangan yang engkau tak punya pengalaman tentangnya sehingga kami malu disuraki, kami babak belur dilempari, engkau susun kami jadi kata-kata yang picisan, jadi alat untuk menyakiti hati dan menyerang saudara-saudara mu sendiri, menyebarkan benci dan sangkaan-sangkaan, menjadi kalimat-kalimat yang berbusa-busa jauh dari realita. Kami berhak menolak menurut pada mu agar berjejer sesuai kehendakmu, menjadi kata yang mengibarkan permusuhan, kedengkian, sinis, fasis, dan sombong. Kami berhak menolak patuh pada perintah mu untuk jadi susunan kalimat yang mengajak manusia asyik dengan ambisinya pribadi, khusyu dengan mimpi-mimpinya. Kamu ingin membawa kami kemana? Kami engkau susun menjadi sabun masturbasi, yang hanya memuaskan dirimu sendiri yang hanya dimengerti oleh golonganmu sendiri, kami dalam lembaran-lembaran skripsimu adalah tiket untuk mu meraih gelar, mendapat jabatan, status, dan kedudukan. Tetapi tak jarang itu hanya busa-busa yang penuh analisa-metodologi -teori yang gak dimengerti oleh yang kau teliti bahkan oleh dirimu sendiri, sebab penelitian-perjuangan mu hanya berhenti pada kami (huruf-huruf), kami hanya jadi obrolan di panggung-panggung seminar, di ruang-ruang kampus. Kami tak engkau gunakan untuk mengantarkan manusia pada tingkat kesadaran spiritual, kesadaran tentang dirinya, tujuannya, tentang keadaannya. Hanya pada buayan-ambisinya, pertentangan-pribadinya, konflik-konflik picisan dan kerinduan bisunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “waduh… makin gak ngerti aku, O!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-5315605584927951078?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/5315605584927951078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/huruf_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5315605584927951078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5315605584927951078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/05/huruf_05.html' title='HURUF'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Zn_zLNsYFB0/TcLC4oMxcwI/AAAAAAAAAFw/0rb-pbQxQ7o/s72-c/huruf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-5060268532110788757</id><published>2011-01-27T01:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T01:47:23.852-08:00</updated><title type='text'>bangsat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE_IXcKMLI/AAAAAAAAAFc/pZEH2Ljui6Q/s1600/narcisme%2Bmasturbasisme.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE_IXcKMLI/AAAAAAAAAFc/pZEH2Ljui6Q/s320/narcisme%2Bmasturbasisme.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566800027370270898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;….bangsat&lt;br /&gt;Malam itu seperti malam kemarin, sebelum tidur si adik akan memaksa Mama atau saya untuk menceritakan sebuah dongeng, jika tidak si adik tidak akan pernah bisa tidur dan kalau sudah begitu orang dirumah dipastikan jadi ikut-ikutan susah tidur semalaman. Untunglah, karena saya dan si adik tidur satu ruangan dan ranjangnya bersebelahan dengan ranjang saya, meski bosan saya cukup senang mendengar dongeng yang telah diulang-ulang, tentang si kancil nakal atau si buaya yang takut ikan tiap malam. Yah gimana lagi.. ini kan ceritanya saya hidup dijaman belum mengenal penemuan. Dibanding suara jangkrik dan kodok di luar, dongeng Mama cukup lumayanlah buat ngusir sepinya malam. Sesekali pernah juga kepikiran, apa Mama gak punya dongeng lain lagi gitu? Dari saya umur lima tahun sampai sekarang empat belas, hanya dua dongeng itu yang terus-terusan Mama kisahkan. Si adik kok gak bosan? Kenapa saya gak nyoba bikin saja cerita baru, ya? Setelah membaca bismillah, saya lalu pasrah. &lt;br /&gt;…kemudian terdengar suara Mama yang lembut memulai dongengnya.&lt;br /&gt;“Anak-anak Nyi jupiah, janda Ki Gayus Bandha Brana, seorang pimpinan perampok pajak yang cukup ngetop, tak percaya dengan pemberitaan tentang ibunya yang mencalonkan diri jadi bupati di kota orang.”&lt;br /&gt;“Loh, kok lain Mah?” tanya saya heran sambil beranjak bangun “ini bukan dongeng tentang si kancil atau si buaya yang takut ikan itu, kan Mah?” &lt;br /&gt;“Bukan, nak.” Kata Mama pelan sambil mengusap-usap rambut si adik. “ini dongeng tentang Nyi Jupiah dan anak-anaknya.”&lt;br /&gt;“Asik!” Seperti menang lotre, saya teriak kegirangan. Tetapi, saya yang biasanya kuat ngikutin dongeng Mama tiap malam, malam itu malah ketiduran, padahal ini dongeng baru. Sial! saya akhirnya tertidur di atas pangkuan.&lt;br /&gt;….Tiba-tiba saya terbangun.&lt;br /&gt;“Dimana ini?” Jerit saya kebingungan,sambil beranjak bangun di sebuah tanah lapang yang dipenuhi ilalang, sendirian. kemudian saya tepuk-tepuk pipi, yakinkan diri kalau ini bukan mimpi. &lt;br /&gt;…Kemudian dari kejauhan terdengar seseorang memanggil-mangil nama saya, benar saja. Di atas batu saya lihat seseorang yang tak saya kenal melambai-lambai. Kemudian saya hampiri, tetapi setelah dekat, dia malah menyuruh saya untuk cepat sembunyi lalu dia lari menceburkan diri ke kali.&lt;br /&gt;“Apa-apaan ini, tadi disitu tak ada kali.” Saya cepat-cepat lari kearah kali ingin melihat nasib si orang tadi, tapi gak jadi. Langkah saya terhenti ketika saya lihat seekor babi dikejar-kejar kumpulan petani. Si babi dan para petani itu lalu pada mencebur juga ke dalam kali, persis di kubangangan bekas si orang tadi kemudian mereka hilang tak muncul-muncul lagi.&lt;br /&gt;…Pagi-pagi,&lt;br /&gt;tangisan adik di sebelah membangunkan saya, sebelum beranjak mandi saya coba ingat-ingat lagi. Tetapi percuma, sedikit pun saya tak mampu mengingat mimpi tadi. Akhirnya saya mandi, melihat air tiba-tiba lamunan saya seperti terjun ke dalam kali, lagi-lagi saya tak berhasil mengingatnya lagi. Keluar dari kamar mandi saya lihat Mama sedang mencuci, saya hampiri kemudian memintanya menceritakan lagi dongeng Nyi Jupiah, nanti. Dan Mama pun menyanggupi. “Tapi.” Kata Mama “Bantuin dulu Paman mu bikin pagar di kebun ubi, agar tak lagi di acak-acak babi.” &lt;br /&gt;“Babi?”&lt;br /&gt;…Malamnya,&lt;br /&gt;saya sudah siapkan diri, tetapi. Sial! Saya malah ketiduran lagi. Tak lama kemudian saya sudah terbangun lagi dan mendapati diri sedang duduk di bawah akar pohon mahoni pinggir kali. “Dimana lagi ini?” Saya kembali kebingungan, sendirian. Kemudian saya kembali tepuk-tepuk pipi, yakinkan diri kalau tak sedang mimpi lagi, entah darimana datangnya, tiba-tiba di sebelah saya ada seorang anak kecil, seumuran adik saya. Belum sempat saya tanyai, dia sudah menyodorkan sebuah bingkisan dan menyuruh saya menyerahkannya kepada seorang temannya yang bernama Kanang di sebuah tanah lapang yang penuh ilalang, kemudian dia berlari dan lagi-lagi menceburkan diri ke kali. &lt;br /&gt;“Kalau mau ngasih teka-teki, yang sopan! Semoga kamu dikejar-kejar tai di kali?” teriak saya kesal, lalu keluar dari persembunyian masih menjinjing bingkisan sambil mengingat-ingat nama teman si anak kecil tadi.&lt;br /&gt;“Kanang?” &lt;br /&gt;Dalam kebingungan saya terus jalan kaki, susuri pinggiran kali yang banyak sampah dan limbah industri. Tak peduli akan teriakan penghuni yang mengintip di balik daun mahoni, sampai akhirnya saya sampai di sebuah tepian. Tepat diatasnya terdapat sebuah tanah lapang yang penuh ilalang, seperti yang telah diperintahkan, disitu saya harus menyerahkan bingkisan pada seseorang yang bernama Kanang. Ternyata orangnya seperti telah saya kenal, rupanya dia orang yang sama yang berdiri melambai diatas batu sambil memanggil-manggil nama saya waktu itu. Kemudian saya hampiri dia, tapi tiba-tiba saya teringat mimpi yang kemarin, lalu saya hentikan langkah sambil menebak yang akan dilakukan si Kanang selanjutnya. &lt;br /&gt;“Ah saya sudah tahu, kamu pasti akan mencebur lagi ke kali, setelah itu akan muncul babi yang dikejar-kejar petani kemudian pada mencebur juga ke kali.” Kata saya “ Ini kan pernah terjadi, kenapa di ulang lagi?” Ternyata saya salah, malah sekarang dia yang mendekati saya, kemudian menanyakan bingkisan yang temannya titipkan tadi.&lt;br /&gt;“Bagus, sekarang kamu telah sah jadi anak Nyi Jupiah.” Kata Kanang setelah membuka bingkisan, yang ternyata kosong tak berisi.&lt;br /&gt;“Jadi anak Nyi Jupiah?” &lt;br /&gt;Sial! Tanpa saya sepakati, ternyata saya telah dibuat sepakat jadi bangsat. Bahkan sebelum sempat ingin protes, saya sudah di buat tak sadarkan diri oleh si Kanang yang menyuntikan ramuan aneh tepat ke pantat. Tahu-tahu ketika saya sadarkan diri, saya sudah bareng gerombolan yang semuanya bertampang kejam di dalam sebuah hutan. Lalu seseorang berjambang menghampiri saya, kemudian memberikan sebuah kendi berisi minuman. “Cuih! Apaan ini,pait amat?” Kata saya setelah memuntahkan minuman yang ternyata tuak. Serentak saya jadi bahan ketawaan gerombolan.&lt;br /&gt;“Kisanak, jadi bangsat harus kuat minum tuak!” Kata seorang yang sedang mengasah pedang. &lt;br /&gt;Saya celingukan, sebagai anggota yang baru gabung gerombolan saya sering di suruh si Kanang untuk rajin belajar ngebangsat. oleh dia saya diberitahu cara-cara ngebangsat, dikasihtahu nama-nama gembong dan pimpinan bangsat beserta wilayah yang dikuasainya. Mulai dari kelas teri sampai kakap, dari spesialis kotak amal masjid sampai rampok rekening, pencuri perhatian, bangsat kursi sampai maling jabatan. Selain Gayus Bhanda Brana dan istrinya Nyi Jupiah diceritakan juga tentang si Adipati Sanjaya, pejabat di kerajaan Galuh juga seorang koruptor ulung dan pimpinan kelompok bangsat, Patih Pranu Jenggal dan Ratusenja di Pajajaran, Ki Sumo, Suro Ghento, Edi Tamsil dan si berandalan Lokajaya dari tuban yang disegani sekaligus dimusuhi segala macam bangsat.&lt;br /&gt;“Sekarang, kamu sudah tahu banyak teori bangsat.” Kata si Kanang di suatu pertemuan. “Lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk bangsat?” &lt;br /&gt;…Tiba-tiba saya sama si Kanang sudah berada di wilayah yang bernama, Sinjangmoyang. “Pasti kamu tadi nyuntikin ramuan aneh itu lagi kan, Kanang?” Tanya saya kesal. “Bangsat! bikin mimpi saya jadi banyak tiba-tibanya.” Tapi si Kanang tak mau menjawab, dia malah sibuk menceritakan Sinjangmoyang, katanya disini tempatnya para leluhur dan pemimpin bangsat membangun rumah dan menumpuk hasil rampokannya. “Saya gak peduli, meskipun disini juga tempatnya raja-raja bangsat itu di kuburkan.” Kata saya masih kesal. Belum sempat saya tanyakan, kemudian saya ketahui ternyata kedatangan saya sama si Kanang kesini untuk menghadiri sebuah rapat di rumah Nyi Jupiah.&lt;br /&gt;Di Sinjangmoyang Nyi Jupiah ternyata lebih terkenal sebagai penyinden, penari dan pembuat sensasi yang sering bikin mata-mata bangsat belalakan. Setelah sampai di depan istananya, saya dan si Kanang lalu diperintahkan menunggu di dalam sangkar berlapis emas, berlian. Dan memang tak ada yang lebih menyejukan hati seorang bangsat sejati selain duduk di kursi emas dua puluh empat karat, bisa menjabat kedudukan setinggi awan dan menguasai tanah seluas lautan. Tanpa bermaksud ingin melebih-lebihkan seperti itulah mungkin yang sedang terjadi pada si Kanang, si Kanang yang memang bangsat sejati langsung lupa diri, seperti hilang ingatan melihat kemegahan istana milik Nyi Jupiah yang berhasil dibangun dari uang curian, kuat seperti istana nabi Sulaeman dalam versi jawa.&lt;br /&gt;Di pojokan saya lihat si Kanang masih asik menjilati emas berlian yang dipegangnya, saya yang kelupaan hampir mau ikut-ikutan, untung ditepuk dari belakang sama seseorang berpakaian hitam-hitam. Dia langsung mengenalkan diri dengan nama, Lokajaya. “Ah jadi ini yang ditakuti kaum bangsat, kok ga serem? Gak ada tampang kejam seperti gerombolan yang di hutan?” Kata saya dalam hati, dia lalu mengucapkan salam, belum sempat saya jawab dia sudah hilang ke arah selatan. Di belakang beberapa pasukan sewaan datang, mereka menanyakan arah perginya orang berpakaian hitam tadi, lalu saya tunjuk jari ke utara dan mereka mengikuti, dalam hati saya jadi berharap semoga dapat bertemu lagi dengan si berandalan Lokajaya, nanti. &lt;br /&gt;Lokajaya, kata si Kanang adalah bangsat yang peduli rakyat. Dia cuma ngerampok harta pejabat yang goblok lalu akan membagi-bagikannya kepada rakyat. Selain itu dia juga jago silat, menguasai elmu dari syariat sampai makrifat dan keahliannya yang paling dahsyat adalah dapat membuat si bangsat jadi tobat. Maka itu si Kanang sempat berpesan “ Jangan ikuti, Lokajaya. Dia bangsat yang sesat.” Lagi-lagi si Kanang tega menyuntikan ramuan aneh itu pada saya, sehingga saya tak sempat mengikuti rapat atau menyembah kaki Nyi Jupiah, dan terpaksa saya ceritakan mimpi ini melompat-lompat. “ Bangsat, kamu Kanang! Kasihan, adik saya jadi kebingungan!"&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;Tanpa protes kemudian saya ikuti langkah kaki si Kanang, sampai di sebuah persimpangan saya ditugaskan menempelkan selembaran pada tiap tiang dan pojokan. “Apaan ini, Kanang?” Tanya saya. “Ini iklan.” Jawab si Kanang, kemudian menjelaskan kedatangan ke kota orang ini dalam misi untuk mencuri perhatian penduduk Pajang. “Kenapa gak sekalian kita curi hartanya, Kanang?” Tanya saya kemudian. “Ini bukan misi kecil-kecilan.” Jawab si Kanang.&lt;br /&gt;“Jadi ini perampokan besar-besaran?” Tanya saya. “Lalu kenapa harus nempel-nempel pamplet segala, entar ketahuan?” &lt;br /&gt;“Bodo, ini politik!” Tegas si Kanang “Kita memakai taktik, biar cantik.”&lt;br /&gt;“Politik? Setau saya yang namanya politik itu licik, ternyata ada juga ya, politik yang cantik?”&lt;br /&gt;Setiap tiang dan pojokan tembok sudah penuh sesak dengan pamplet yang telah saya dan si Kanang tempelkan. Pamplet bergambar wajah Nyi Jupiah yang tampil cantik berkaca mata lentik, mengesankan keintelekan seorang perempuan cerdik dan sebaris kata yang puitik berwarna abu-abu berbunyi “Belah duren, di malam minggu. Biar keren pilih aku!” dijamin takan membuat yang membaca sakit kepala. Dan lagi-lagi si Kanang sialan menyuntikan ramuannya. “Bangsat!” setelah sadar, saat buka mata tahu-tahu saya sudah berada di dalam hutan itu lagi bareng gerombolan. “Benar-benar bangsat, kamu Kanang!” Akhirnya karena kesal saya putuskan untuk meneruskan membaca sebuah kitab karangan Wawan Susetya, yang telah sampai pada kisah…,&lt;br /&gt;..Tak lama kemudian, dari kejauhan terlihat dua orang sedang berjalan tertatih-tatih sambil membawa sesuatu. Seorang adalah pria tua, sedang yang satunya seorang gadis berwajah ayu. Tanpa dinyana, gerombolan langsung mencegat perjalanan keduanya sambil mengacungkan pedang. &lt;br /&gt;“Bandha nyawa?” bentak salah seorang gerombolan yang berwajah angker mendekati sambil mengacungkan pedang.&lt;br /&gt;Pak tua dan si gadis tentu saja menggigil ketakutan mendapat ancaman dari perampok itu. “Ampun… ampun Tuan, kami tak mempunyai apa-apa! Kami hanya orang miskin!” kata lelaki tua ketakutan.&lt;br /&gt;“Bohong!!” bentak si Suro Ghento.&lt;br /&gt;Dibentak seperti itu, si lelaki tua cuma bisa pasrah bongkokan dan si gadis ndheprok ketakutan di tanah.&lt;br /&gt;“Silahkan kalau mau ambil barang-barang kami yang tak berharga ini, tapi jangan sakiti kami!” kata pak tua. “terus-terang kami tak mempunyai mas picis raja brana.”&lt;br /&gt;“Bagaimana Ndoro, apa sebaiknya kita biarkan saja mereka melanjutkan perjalanannya? Orang ini bukanlah mangsa kita yang tepat!” usul salah seorang anggota gerombolan.&lt;br /&gt;“Hahaha…!” si Suro Ghento malah tertawa terkekeh-kekeh kemudian melanjutkan. “Hai, Pak tua, siapa bilang kau tak mempunyai barang berharga?”&lt;br /&gt;“Hahaha…! Kamu memang sungguh bodoh, Pak tua! Apa kau kira putrimu itu tidak berharga bagiku? Bahkan, dia lebih berharga daripada mas picis raja brana!” Kata si Suro Ghento membuat kaget seisi hutan.&lt;br /&gt;“Ampun, ampun tuan, jangan ganggu anak kami ini! Dia putri kami satu-satunya!”&lt;br /&gt;“Hahaha… hmm! Siapa yang akan mengganggu putrimu yang cantik itu? Ya, ya, ya…, cantik benar putrimu, Pak tua! Siapa namanya?”&lt;br /&gt;“Sekar Wangi!”&lt;br /&gt;“Sekar Wangi? Sungguh nama yang sangat indah! Bunga yang wangi! Ya, ya…, sungguh nama yang sesuai dengan kecantikan wajah anak perempuanmu itu! Perkenalkan Pak tua, namaku Suro Gentho! Akulah pimpinan dari para perampok ini!”&lt;br /&gt;Melihat kemolekan Sekar Wangi, si Suro Ghento seperti sedang gandrung wuyung. Tak alang-kepalang, ia pun memberanikan diri untuk memintanya kepada si lelaki tua. &lt;br /&gt;“Heh Pak tua, terus terang aku sangat tertarik dengan anak gadismu ini. Bagaimana kalau Sekar Wangi aku jadikan istriku saja?”&lt;br /&gt;Spontan, lelaki tua itu menampik permintaan Suro Gentho. Mana ada perempuan baik-baik mau dijadikan istri pimpinan perampok? “Maafkan saya tuan, tolong jangan ganggu anak saya ini!”&lt;br /&gt;“Goblok!! Aku tidak mengganggu putrimu! Justru aku akan menjadikan dia istriku! Ia akan menjadi istri dari orang yang banyak harta, tidak sepertimu!” bentak Suro Gentho seolah-olah memberikan argumentasinya yang bodoh kepada si lelaki tua.&lt;br /&gt;“Sekar Wangi, apa sih kekuranganku?! Ketampananku boleh! Tubuhku pun boleh! Hartaku banyak! Dengan menjadi istriku, engkau akan jadi perempuan kaya!”&lt;br /&gt;“Tidak! Aku tidak suka harta yang di dapat dari merampok!! Pokoknya, aku tidak mau!” tandas Sekar Wangi yang sejak tadi hanya diam, kini berani bersuara lantang.&lt;br /&gt;... Sebuah teriakan dari arah depan berhasil membuyarkan perhatian saya pada bacaan, membuat saya menyempatkan pandangan menengok ke arah gerombolan di depan. “Bangsat!!!” &lt;br /&gt;Kata seorang diantara gerombolan kepada seorang lelaki tua “Mau dijadikan istri kok tidak mau! Sekarang pilih! Kalau kau tidak menyerahkan anakmu, maka nyawamu akan melayang detik ini juga! Tapi kalau kau serahkan anakmu, maka kau bebas pergi semaumu!”&lt;br /&gt;“Loh! Ini beneran, toh?” jerit saya kebingungan melihat kejadian yang saya baca serupa dengan kejadian di depan mata. kemudian semua mata tampak tertuju memandangi saya yang sedang berdiri sendirian, masih memegang kitab bacaan sambil teriak-teriak kebingungan.&lt;br /&gt;“Kamu, jangan banyak minum tuak kalau tak kuat!” kata si Kanang yang sekarang datang mendekat “baru mabok tuak, sudah teriak-teriak! apalagi kalau dikasih arak, bisa-bisa langsung sekarat!” serentak, lagi-lagi saya ditertawakan gerombolan. Tadinya saya ingin menceritakan pada si Kanang soal kebingungan saya tadi itu bukan karena tuak, tapi setelah dipikir rasanya tak ada gunanya juga saya cerita sama orang yang sudah bebal. Soalnya setelah gabung gerombolan sedikit-banyak saya jadi tau sifat dan tabiat bangsat, seperti misalnya mereka selalu pura-pura peduli aspirasi, mendengarkan dengan sabar semua keluhan, bekerja seolah seperti seorang pahlawan yang berjasa pada negeri, padahal dibalik itu mereka sibuk memperkaya diri sendiri dan bila perlu, saling berkelahi berebut kursi. “Ah! semoga saya salah, karena setahu saya tidak semua bangsat kualat sebab ada juga yang sesat dan bertobat seperti si berandalan Lokajaya.” Kata saya dalam diam. Di depan saya si kanang telah kembali gabung dalam gerombolan, mukanya semakin seram dan kejam ketika yang diinginkannya tak diberikan si korban. Seperti kesetanan, dia terus menakut-nakuti si korban dengan gertakan, pukulan dan ancaman. “Bangsat kamu, Kanang!” Teriak saya kemudian sambil melayangkan tinju kearah kepalanya yang keras bagai batu, tetapi sial! karena kalah cepat, dia berhasil lebih duluan mendaratkan ramuan aneh itu lagi tepat pada pantat saya, membuat saya tak pernah ingat lagi pada apa yang telah terjadi. &lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;“Lalu apa yang terjadi selanjutnya, Ka?” tanya adik saya memaksa, &lt;br /&gt;“Silahkan! Lanjutkan sendiri cerita ini, bangsat!”kata saya kesal kepada si adik yang sudah jam tiga pagi belum ngantuk-ngantuk.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;*sebagian kisah ini diambil dari buku Sunan Kalijaga karangan Wawan Susetya*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-5060268532110788757?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/5060268532110788757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/bangsat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5060268532110788757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5060268532110788757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/bangsat.html' title='bangsat'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE_IXcKMLI/AAAAAAAAAFc/pZEH2Ljui6Q/s72-c/narcisme%2Bmasturbasisme.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-4593416852494962350</id><published>2011-01-27T01:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T01:44:28.187-08:00</updated><title type='text'>si kuda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE-arVZiVI/AAAAAAAAAFU/zlcZiZ5_ZsY/s1600/h1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE-arVZiVI/AAAAAAAAAFU/zlcZiZ5_ZsY/s320/h1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566799242436643154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Si kuda.&lt;br /&gt;Sudahlah, jangan cerita lagi soal Kuda itu. Aku bosan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan padaku tentang si Kerpi, ular kecil yang senang nongkrong di kakus, atau si Tembara yang katamu lebih lucu dan jenaka dariku. Ah! Apa karena burung Jalak Suren itu kamu jadi punya pikiran - hidup ini sekadar lelucon?- Sehingga sering ulah dan sikapku yang berkali-kali melukai perasaanmu, seperti tak dianggap. Jangan gitu, aku bisa keenakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukankah waktumu lebih banyak dihabiskan bareng si Kerpi dan si Tembara dibanding si Kuda? Juga dibanding aku. Tapi sedikit sekali cerita tentang mereka, atau jangan-jangan dua piaraanmu itu gak suka padaku? Dan kenapa sampai sekarang kamu masih belum mau memberi tahu nama kuda putihmu itu? Jangan-jangan dia temanmu yang sengaja menyamar menjadi kuda agar bisa selalu dekat berhubungan denganmu, kan? Sebelumnya ku pikir kamu lagi kesulitan mencari nama yang cocok untuk si Kuda, tapi ternyata kamu sengaja merahasiahkannya. Terus, si Kerpi dan si Tembara kenapa justru malah ceritanya yang kamu rahasiahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku tak percaya dengan ceritamu, bahwa kamu menangkap kuda putih itu dari sebuah upacara persembahan, upacara kejam untuk menghancurkan dan menjarah rayah negara lain yang lebih lemah. Sebuah upacara atas nama perdamaian yang menginjak-injak hak asasi manusia. Katamu kuda itu sebelum berhasil kamu taklukan mantranya, telah berlari dari satu negeri ke negeri lain tanpa henti. Dan setiap jengkal tanah yang dilewati kuda itu harus takluk, tunduk dan menyerah kepada kekuasaan Rama. Omong kosong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ketika kamu sedang bercerita, rasanya ingin sekali mengaku bosan dan memilih nonton teve. Tapi, melihat kesabaranmu yang begitu rajin mendongengiku, membuatku semakin ingin menjadikan mu sahabat anak-anak ku nanti. Alasanku karena kamu pinter ngedongeng, jadi tak perlu ada teve dikamar mereka, dan karena dongengmu yang membosankan itu ternyata sukses juga membuat segala beban pikiranku ngantuk. Seperti seorang Ibu yang tabah menuntun anaknya atau seperti guru yang sabar mengajari muridnya membaca, denganmu aku seperti murid bodoh yang tak tahu cara “membaca” isi cerita. Dan karena ketololanku yang sudah membeku itu tak bisa hanya dicairkan dengan kesabaranmu saja, ia perlu juga dipanasi dengan sedikit saja emosimu, sehingga marahmu itu akan memaksaku untuk berusaha keras mengerti maksudmu. Dan disuatu hari yang tak sabaran itu, akhirnya kamu juga yang menjelaskan kalau cerita si kuda itu bisa juga untuk -menggambarkan situasi-keadaan dan kejadian dijaman sekarang-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin ku paksa kunyah lebih lama perkataanmu, agar bisa masuk lebih lembut kedalam pemahamanku.” Kan sesuai saran dokter, kalau makan kunyah 33 kali baru ditelan. Agar usus tidak terancam dan badan jadi sehat.” Seperti tulisan, ilmu, informasi, wacana dan mungkin juga dengan cerita dan perkataanmu itu gak bisa sekali: amm-telan langsung ngerti. Perjalanan pikiran yang jarang aku lakukan membuatku merasa kelelahan dalam diam, pikiranku tak pernah ku biarkan melayang mengembara “jauh” kesarang hikmah dan nilai, aku selalu biarkan pikiranku berputar-putar dalam area prasangka,syahwat dan masalah remeh-temeh, meskipun -memang- tak selalu dan belum tentu berguna. Bimbingan pemahaman dan kesabaran darimu akhirnya memberikanku sedikit pengalaman pengertian. Sehingga membuatku minat lagi untuk mengaji, buka jendela buku, membaca ulang tulisan “guru” ku. Dan –alhamdulillah- "dipinjami beliau sebuah peta”: (Allah Maha Mengerti segala isi waktu. Konteks cerita mengenai Nabi Musa as, itu tak terbatas pada situasi-situasi kejahiliyahan zaman Fir’aun: ia tidak mustahil berlaku bagi keadaan-keadaan lain di kurun waktu kapan pun, sebelum atau sesudah Fir’aun. Ia juga bisa berlaku pada kita hari ini: karena bukankah – bahkan – seringkali kita menjumpai diri sedang harus belajar “menyebut nama-nama benda” seperti Adam as, yakni ketika kita harus membenahi kembali pengertian-pengertian kita tentang nilai, alam, benda dan segala apa pun dalam kehidupan kita?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan meniru gaya “guru” ku. Kepadamu aku bertanya, untuk sekarang siapa yang jadi Rama? Manusiakah ia? Laki-laki atau perempuan? Atau manusia yang berahklak hewan? Atau sebuah sistem, atau kebijakan-kebijakan yang dipaksakan? Atau ia berupa nilai-nilai pemikiran, atau produk-produk kebudayaan sebuah negara atau kelompok untuk melakukan ghazwul fikri (perang intelektual) perang dingin, perang panas, perang anget, perang setengah matang? Atau seseorang yang dianggap berbahaya, karena dalam dirinya terdapat daya destruktif yang bisa meledak seperti bom waktu dan menghancurkan mental, moral dan hidup umat manusia? Atau semacam virus kah ia? Atau gaya hidup “penyembah berhala-berhala” seperti kaum di jaman Nabi-nabi yang akhirnya menyebabkan kehancuran, karena di azab-dibumi hanguskan Tuhan? Atau seperti yang dianalogikan “guru” ku tentang ular-ular yang dilemparkan para penyihir sewaan fir’aun kepada Nabi Musa as seperti konsumerisme yang merayap dari segala “arah” dan bersarang dikehidupan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katamu, Rama penguasa negeri Ayodya dan upacara persembahan kuda itu cerita dari dunia pewayangan. Tapi, apa maksudnya untuk menggambarkan kejadian dunia manusia juga? Apa untuk sekarang dunia pewayangan itu bisa disamakan dengan dunia didalam layar kaca? Apa upacara persembahan kuda itu sekarang seperti film-film yang dikhawatirkan lembaga sensor? Apa ia blue film, rekaman kekerasan atau foto-foto bugil yang merayap masuk dan bersarang di HP, Komputer dan pikiran kita? Atau acara-acara tayangan teve yang kata kamu, Enggak banget!? Atau ia obat teler? Kok kamu malah diam? Ahh,, Karena ceritamu aku jadi banyak prasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kamu tak mau jawab juga, akhirnya sehari-hari selain sibuk mikirin hutang aku jadi punya kesibukan “masuk ke dunia pewayangan” . Aku baca (tapi tak pernah hafal) mulai dari tokoh-tokoh wayang, senjatanya, cerita sampai sifat-sifatnya, sekadar ingin meimbangi kamu. Jadi nanti bukan aku saja yang terus didongengi. Tapi ketika ingin bercerita padamu tentang Lokajaya, kamu malah lagi betah dengerin curhatan si dosen. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi ke kamar si Kuda. Ah! Untung dia lagi gak sibuk, dan bersedia berbagi cerita. “Asal, syaratnye.” Kata si Kuda “Ente harus jaga rahasia ane!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap Kud, gampang.” Kata ku “Tapi apa rahasia ente, Kud?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udeh, ente cerite aje dulu, entar kalo beres ane baru cerite sama ente.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuka-buka halaman ensiklopedi tokoh wayang, aku awali cerita dengan kisah singkat Kerpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerpi, adalah anak Prabu Purunggaji, seorang raja Negara Timpuru, dengan Dewi Janapadi. Suatu malam sang Dewi mimpi bertemu Bambang Kumbayana. Hal ini menyebabkan Dewi Kerpi meninggalkan Negara Timpuru untuk mencari kekasih hati. Belum lama berjalan, ia bertemu Batara Narada yang mengubahnya menjadi ular. Saat berwujud ular inilah, ia bertemu Kumbayana yang mau menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh.. Jadi si Kerpi itu anak raja? Kenape sukanye bobo di kakus ye? Ape babehnye raja kakus?” Tanya si Kuda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Tembara, atau Batara Tembara merupakan dewa yang mengatur tentang hal-hal menyenangkan. Oleh karena, ia adalah seorang dewa yang gemar melucu atau jenaka. Selalu memandang segala sesuatu dari persfektif kelucu-lucuan. Menurutnya, hidup sekadar lelucon yang tak perlu diperumit. Hal terpenting baginya hanyalah sebuah pengabdian bagi Sang Pencipta. Hal lainnya tak lebih sekadar kisah jenaka saja. Ia seorang penasehat bagi Batara Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ah mase sih? Die dewa?” hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau gitu ane gakan ngeledek-ledekin burung itu..” Kata si Kuda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah Kud, sampai situ.” Kataku “ Terus apa cerita dan rahasia ente itu, Kud?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, ane cerite.” Kata si Kuda “Tapi inget ente harus jaga rahasia ane, jangan sampe bocor ye!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernye Ane adalah Wilutama, bidadari di Kayangan Sralaya. Ane yang menolong Bambang Kumbayana dengan wujud kuda Sembrani, yakni sewaktu menyeberangkan Kumbayana dari Negara Atasangin kelanah Jawa. Ane juga yang menolong Raden Samba, sewaktu die kena asmara dengan Dewi Hagnyanawati. Yaitu menerangi jalan die dengan alat vital ane, tapi die malah matee…. Terus pada lakon Aswatama Landak, Bambang Aswatama lewat bawah tanah, ane terangi jalannye. Tapi die, putra ane itu malah memalingkan mukanye ke belakang, dan malulah ane. Anak ane liat ane bertelanjang dade, akhirnya ane kutuk die dan die wafatnye di taman Negara Astina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mirip MalinKundang, Kud.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ente, jangan sampe durhake sama Ibu ente, sebab sekali ucap -doa Ibu- mampu merubah ente menjadi batu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernye, waktu ane nolongin si Kumbayana menyeberang ke lanah Jawa itu, ane mewujud menjadi seekor kuda terbang, die yang naik dipunggung ane tidur dan bermimpi bermesraan dengan ane. Dan setelah ane dan die nyampe di dataran Jawa ane melahirkan, tapi die si Kumbayana gak mau tanggung jawab, die malah marah dan memanah ane. Ane akhirnya pergi aje ninggalin laki-laki berengsex itu. Tapi, kata orang-orang dan cerite yang ane denger, si Kumbayana akhirnye nyesel setelah die tau ane bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ealah, Kud! Sekarang kenapa ente malah milih jadi kuda, bukannye bidadari?” Tanyaku pada si Kuda yang kini sedang M’mam jukut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu awal masalahnye, dan gara-gara mimpi basah si Kumbayana itu ane jadi keingetan aje.” Hihi.. Kata si Kuda yang sekarang tampak malu-malu kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ane kembali ke Kayangan dan mewujud bidadari lagi, disana ane gak bisa nahan gejolak nafsu pacuan kuda. Lalu ane mutusin aje untuk "ngurung" dan tapa di Gunung Fuji. Karena ente pasti tau kan, kalau gejolak nafsu pacuan kuda itu dibiarkan bebas keliaran, bisa menyebabkan kehancuran seperti yang terjadi dengan Upacara Persembahan Kuda Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus sekarang ke Jawa mau ngapain, Kud?” Tanyaku.. “Mau nyari Bambang Kumbayana untuk membalas dendam, atau mencari anakmu, terus kenapa betah jadi kuda, Kud???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan! Ini rahasianye, ente jangan bilang-bilang ye.. Jangji!” Kata si Kuda..“Ane tadinye kesini dalam misi ingin menangkap si Dewatacengkar, yang telah menyebabkan citra ane di kayangan dan di dunia ente jadi jelek, dan silaknat itu yang menyebabkan ane untuk menghentikan tapa dan meniggalkan ketenangan Gunung Fuji. Die, sibangsat Cengkar itu telah menyamar menjadi wujud ane lalu di dunia ente malah menyebarkan “nafsu kuda” yang selama ini telah ane kurung dalam tapa. Die si bajingan Cengkar, bukannya menerangi dunia ente dengan “cahaya buah dada dan alat vital perempuan” -yang melahirkan dan menyusui kehidupan- seperti ketika ane menerangi jalannya Raden samba dan putra ane Aswatama. Yang die lakukan malah mengganti “cahaya” itu dengan “api asmara”, menyebabkan dunia ente jadi mengenal ane sebagai “kuda lumping” murahan. Ente pasti tau, kalau ane kesini berwujud asli pasti ane kena cekal. Makanye ane pake wujud kuda. Dan katanye dia sekarang ada di lanah Jawa, di negeri ente ini. Makanye ane menyusul kesini. Dan ente pasti tau kan, kalau salah satu kesaktian si bejad itu bisa merubah dirinya menjadi apa aje semau die. Makanya meskipun dilarang dan di cekal datang ke negeri ente, die masih bisa datang dan sembunyi dalam wujud apa aje.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh pelan-pelan, Kud! Ane masih gak ngerti.. Langsung aje jelasin intinye!” Kataku pada si Kuda yang sekarang sedang menyepah rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane ke Jawa mau mencari yang di dunia ente dikenal sebagai "Geisha" atau "Jugun Ianfu" asal Gunung Fuji yang bernama Miyabi yang sebenarnye adalah si Dewata Cengkar yang memakai wujud ane. Kabarnye di negeri ente die sekarang maen film, ane pengen nonton tapi, masa kuda masuk bioskop? Ane mau membawanya ke kayangan agar die mempertanggung jawabkan ulahnye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh… Jadi ente pengen menculik Miyabi, Kud?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-4593416852494962350?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/4593416852494962350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/si-kuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4593416852494962350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4593416852494962350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/si-kuda.html' title='si kuda'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TUE-arVZiVI/AAAAAAAAAFU/zlcZiZ5_ZsY/s72-c/h1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-1653991059263288347</id><published>2011-01-12T21:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:49:21.834-08:00</updated><title type='text'>kala</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TS6SF0da9JI/AAAAAAAAAFM/4t_K-8ZC3PU/s1600/kalakalakala.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TS6SF0da9JI/AAAAAAAAAFM/4t_K-8ZC3PU/s320/kalakalakala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561543218528187538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-1653991059263288347?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/1653991059263288347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/kala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1653991059263288347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1653991059263288347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/kala.html' title='kala'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/TS6SF0da9JI/AAAAAAAAAFM/4t_K-8ZC3PU/s72-c/kalakalakala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-4198197403121567555</id><published>2011-01-04T02:16:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T02:16:44.222-08:00</updated><title type='text'>kamu</title><content type='html'>ingin apa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-4198197403121567555?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/4198197403121567555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/kamu_6450.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4198197403121567555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4198197403121567555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/kamu_6450.html' title='kamu'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-7683059654147997356</id><published>2011-01-04T01:34:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T01:35:51.398-08:00</updated><title type='text'>saya</title><content type='html'>ingin putus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-7683059654147997356?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/7683059654147997356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7683059654147997356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7683059654147997356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2011/01/saya.html' title='saya'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-341377591069366770</id><published>2010-11-15T05:04:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T05:05:57.085-08:00</updated><title type='text'>(Tidak) Bersetubuh</title><content type='html'>Sore, di hadapan jendela lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memainkan laras salendro: da mi na ti la da!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara bonang Kyai Fatahillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara saron Kyai Fatahillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara gong Kyai Fatahillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara demung Kyai Fatahillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tarian trans pada sekar alit; menarikan ketidaksadaran kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ada yang trans secara personal: transpersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin memainkan serangkaian da mi na ti la da dengan sulingmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakem Jawa dengan angin Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin memainkan demung di tengah pupuh dalam aksara Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logam hitam tempaan dengan ukiran yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin...  namun,  telah kulepaskan ayam jago dari kandang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar ayam betina mencari cacing di kandang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diri yang telah di panggang setengah matang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-341377591069366770?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/341377591069366770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/11/tidak-bersetubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/341377591069366770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/341377591069366770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/11/tidak-bersetubuh.html' title='(Tidak) Bersetubuh'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-5602456176793324202</id><published>2010-07-27T03:32:00.001-07:00</published><updated>2010-07-27T03:33:58.934-07:00</updated><title type='text'>Kebiasaan (kebudayaan) baru..</title><content type='html'>mencatat titik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-5602456176793324202?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/5602456176793324202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/kebiasaan-kebudayaan-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5602456176793324202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5602456176793324202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/kebiasaan-kebudayaan-baru.html' title='Kebiasaan (kebudayaan) baru..'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-1309340682924131151</id><published>2010-07-24T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T08:37:09.481-07:00</updated><title type='text'>Permintaan maaf</title><content type='html'>Sayang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku baru tahu kalau suka itu beda dengan asmara atau kasmaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka adalah ketertarikan, kekaguman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, kasmaran punya daya tarik mistis tersendiri, yang sangat berbeda dengan rasa suka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-1309340682924131151?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/1309340682924131151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/permintaan-maaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1309340682924131151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1309340682924131151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/permintaan-maaf.html' title='Permintaan maaf'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-3365056713437037590</id><published>2010-07-17T03:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T03:08:04.406-07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan yang Tidak Ditanyakan</title><content type='html'>Sayang, jika bumi Indonesia ini sudah bobrok, bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bagian dari kebobrokan ini, katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar katamu, aku lupa sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, aku menangis karena lupa sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita bertindak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pertanyaan itu tak kutanyakan padamu, sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, aku tak tahu jawabannya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, aku terlalu cengeng, menganggap dunia sebesar daun kelor atau menganggap dunia ini milik kita berdua dan keturunan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kanan, kiri, depan, belakang, tengah, atas, bawah, ada banyak makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, bukan ada di masa yang akan datang,tapi di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo sayang, asah semangatmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan jadi obornya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-3365056713437037590?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/3365056713437037590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/pertanyaan-yang-tidak-ditanyakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3365056713437037590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/3365056713437037590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/07/pertanyaan-yang-tidak-ditanyakan.html' title='Pertanyaan yang Tidak Ditanyakan'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-7138663096442478288</id><published>2010-05-20T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T06:55:27.610-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menulis dengan hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata siapa menulis dengan hati?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata dengkulmu, weekss (lidahnya menjulur).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang bener menulis itu dengan emosi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Marah-marah maksudnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan gitu, koplok, emosi-emosi!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ya jangan marah-marah dong, abong-abong mau nulis dengan emosi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koploks, emosi itu banyak macamnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa aja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Marah, senang, sedih, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecewa juga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu yang bego.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HAH, kok saya yang bego?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IYA, menulis harusnya dengan tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SALAH, kamu lebih bego, menulis harusnya dengan pensil atau pulpen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu yang bego.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pret! &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu lebih bego, saya kalau nulisnya pake keyboard.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu lebih bego-bego lagi, kalau itu ngetik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;NB: Oh, metafora! Jika kau dihadapkan dengan orang benar maka ’kebenaran’ akan memalaikatimu dan jika kau dihadapkan dengan orang salah makan ’kesalahan’ akan menghantuimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB (lagi): metafora dalam teks adalah menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB: halusinasi auditori dalam kepala.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-7138663096442478288?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/7138663096442478288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/05/menulis-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7138663096442478288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/7138663096442478288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/05/menulis-dengan-hati.html' title=''/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-8607798102889036823</id><published>2010-04-22T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T00:29:24.972-07:00</updated><title type='text'>Sang Penguasa dan Si Pelacur</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8_6ytTcTsI/AAAAAAAAAEg/2JjyppKITNs/s1600/sang+penguasa+dan+si+pelacur.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8_6ytTcTsI/AAAAAAAAAEg/2JjyppKITNs/s320/sang+penguasa+dan+si+pelacur.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462860622085246658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bau terasi mewangi, nyatanya tak mewangi jika terlalu kebanyakan. Tepatnya, wangi sambal terasi dari rumah sebelah yang melambaikan tangan (jika ia punya) pada hidung saya (kenapa harus pada hidung saya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gula rasanya manis, tapi nyatanya akan muak jika terlalu kebanyakan. Tepatnya rasa permen yang manis dan menyegarkanlah yang bersetubuh dengan lidah saya (apakah ia memiliki alat kelamin?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang menyulitkan menjadi bagian dari hidup saya, tapi jika terlalu sulit, apa mental masih sehat dalam tekanan tinggi seperti itu? Tepatnya, proses yang menyulitkan ini, saya reaksi formasikan menjadi menyenangkan (apa dia berteman dengan Sigmund Freud?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tak perlu melacurkan diri untuk memperoleh kehidupan,” kata M. Sobary. Kenyataannya, diri saya hanya ‘pelacur’ yang ia sebut sebagai perempuan ‘murahan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Tuhan. Apa saya berdosa jika kehidupanku dikelilingi banyak Adam? Sedangkan saya bukan Hawa, jadi tak mungkin kami bisa berpasangan. Ah, terlanjur sudah menjadi sayur lodeh, dia pun berceloteh layaknya burung beo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Tuhan, kasihi ‘megalomaniak’ itu yang mengaku sebagai kekasih seorang ‘pelacur’ seperti saya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa, apakah kamu tidak akan rusak jika bersama dengan si pelacur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelacur, apakah kamu tidak akan berpenyakit jika bersama Sang Penguasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Penguasa berkali-kali membunuh si pelacur karena hinanya perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si pelacur sengsara dengan pekerjaan dan kehidupannya karena tekanan dari Sang Penguasa.&lt;br /&gt;Bisakah, suatu saat si pelacur menjadi Sang Pelacur dan Sang Penguasa jadi si penguasa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mimpi, &lt;em&gt;ndhuk&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun paham akan makna ini. Saya pun tak mau sok paham, karena otak saya paling juga baru terpakai 2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan seorang lelaki tua di pinggiran jalan Ganesha sambil mendagangkan bukunya ia berkata, “jangan kamu sakiti perempuan, wahai lelaki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Bapak, mungkin karena kupingnya &lt;em&gt;reubing&lt;/em&gt;, ia jadi tak mendengar ucapanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya sakit, Pak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, saya seorang pecinta sado masokhis, sehingga sakit ini jadi manis, Pak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak pernah paham, mengapa saya bertahan.&lt;br /&gt;Saya tak pernah paham, mengapa saya masih coba memaknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mungkin, ini tak seperti tali sepatu yang bisa digunting oleh pisau.&lt;br /&gt;Tapi, ini seperti ruh yang tak terlihat yang tak akan terpotong begitu saja oleh apapun, kecuali oleh Sang Maha Pencipta. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Pak, dia bilang, dia sedang berkarya di ruh saya, sehingga saya pun bebas di obrak-abriknya. &lt;em&gt;Fuck you, John Locke. Jika kamu masih hidup, saya akan bunuh kamu.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bermimpi, Pak. Mimpi dicabuli paman sendiri, saya takut, Pak, sungguh. Saya pun mengigau dan terbangun oleh tepukan ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, darah sudah keluar dari pantat saya, busuk bukan, Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya tidak ingin mengecap realita, Pak, terlalu sesak, apalagi yang berkaitan dengannya, Sang Penguasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benci proses ini, Pak. Prosesnya sudah membusuk dan menjamur dalam paru-paru saya. Ketika saya muntah pun, yang keluar adalah kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Pak? Kenapa kamu hanya diam saja, Pak? Saya sudah muntah kotoran, Pak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TAI.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-8607798102889036823?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/8607798102889036823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/sang-penguasa-dan-si-pelacur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8607798102889036823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8607798102889036823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/sang-penguasa-dan-si-pelacur.html' title='Sang Penguasa dan Si Pelacur'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8_6ytTcTsI/AAAAAAAAAEg/2JjyppKITNs/s72-c/sang+penguasa+dan+si+pelacur.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-147276128395996650</id><published>2010-04-18T05:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T05:42:58.891-07:00</updated><title type='text'>dialogos</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8r-LCnxE_I/AAAAAAAAAEA/mmqL6GWZvso/s1600/dialogospic.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8r-LCnxE_I/AAAAAAAAAEA/mmqL6GWZvso/s320/dialogospic.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461456963775828978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Satya, pujaanku. Ku tak memungkiri bahwa dirimu terbakar nafsu menderu. Ku juga tak memungkiri bahwa hasratmu membara. Ku juga tak memungkiri bahwa dirimu remaja akhir yang berpetualang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Maneka yang manis. Aku kenal dirimu dalam hanyut sungai itu. Aku kenal dirimu yang berajah sejarah. Aku kenal dirimu yang melacurkan diri. Aku kenal dirimu yang dibuang bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satya-Maneka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Majnun yang malang. Aku rasa kau terlalu bodoh. Aku rasa kau berlebihan dalam sendu. Aku rasa kamu sangat tak berdaya. Aku rasa kamu bukan si petualang atau manusia panji. Kenapa kamu harus menitikkan mata tanpa menggerakan tubuh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Layla terkasih. Ayah ibumu yang menanggung kelahiranmu. Ayah ibumu yang mengenang perkembanganmu. Ayah ibumu yang merestui pernikahanmu. Ayah ibumu yang tidak merestuiku. Ayah ibumu yang melahirkan kematianmu juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Layla-Majnun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sinta yang harum. Kau lahirkan Lawa dan Kusa dalam pondok itu. Kau lahirkan sejuta angan-angan. Kau lahirkan kesetiaan. Kau lahirkan birahi. Kau lahirkan amarah kebencianku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rama yang perkasa. Kau kuasai segala makhluk di muka bumi. Kau kuasai negara sengketa itu. Kau kuasai perasaanku. Kau kuasai tindak tandukku. Kau kuasai kasih sayang yang direndam dalam kuasamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rama-Sinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei, Lelaki. Ku tak memungkiri bahwa dirimu terbakar nafsu menderu. Aku rasa kau terlalu bodoh. Kau kuasai kasih sayang yang direndam dalam kuasamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei, Perempuan. Ayah ibumu yang menanggung kelahiranmu. Kau lahirkan birahi. Aku kenal dirimu yang melacurkan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lelaki-Perempuan&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-147276128395996650?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/147276128395996650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/dialogos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/147276128395996650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/147276128395996650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/dialogos.html' title='dialogos'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8r-LCnxE_I/AAAAAAAAAEA/mmqL6GWZvso/s72-c/dialogospic.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-5609297885378953856</id><published>2010-04-15T17:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T19:31:37.004-07:00</updated><title type='text'>idol-A</title><content type='html'>Siapa idola kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e2YIjr7YI/AAAAAAAAAD4/WFxIHN1Ssm4/s1600/18749_1091237739344_1778531768_168899_2832447_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e2YIjr7YI/AAAAAAAAAD4/WFxIHN1Ssm4/s320/18749_1091237739344_1778531768_168899_2832447_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460533598940294530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'BELAJAR MEMBUNUH' idola-idola, baru teler.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-5609297885378953856?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/5609297885378953856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/idol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5609297885378953856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5609297885378953856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/idol.html' title='idol-A'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e2YIjr7YI/AAAAAAAAAD4/WFxIHN1Ssm4/s72-c/18749_1091237739344_1778531768_168899_2832447_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-4857263660411386542</id><published>2010-04-06T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T03:25:12.380-07:00</updated><title type='text'>Bangsat!</title><content type='html'>“Silahkan! Lanjutkan sendiri cerita ini, bangsat!”kata saya kesal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-4857263660411386542?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/4857263660411386542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/bangsat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4857263660411386542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4857263660411386542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/bangsat.html' title='Bangsat!'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-2561500221468679681</id><published>2010-04-02T03:46:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T03:23:42.639-07:00</updated><title type='text'>saya suporter gadungan</title><content type='html'>Sepak bola bulat, pencak bela silat..&lt;br /&gt;Menyerang serang gawang sarang, Lawan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-2561500221468679681?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/2561500221468679681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/saya-suporter-gadungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/2561500221468679681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/2561500221468679681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/04/saya-suporter-gadungan.html' title='saya suporter gadungan'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-8350851505629228025</id><published>2010-03-22T07:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T07:40:39.869-07:00</updated><title type='text'>Gambuh Merapuh Ditantang Ibu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KADUHUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaduhung sagede gunung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuring sakola teu jucung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalawora resep ulin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanjakal tara ti heula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayeuna kari peurihna.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bu, belikan aku buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada beli buku mending kamu beli sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi aku butuhnya buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, buku untuk apa? Entar juga ga dipakai lagi, ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu, aku mau buku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa sih? Kamu kan perempuan, tinggal pergi kawin sama laki beunghar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah ibu, aku ga mau kalau nikah sama Pak RT, apalagi dijadiin yang ke enam, amit-amit, Bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huss, besok kamu tidur aja, ga usah pergi sekolah, apalagi kuliah, biar nanti ibu kawinkan sama Pak RT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau ya, ndhuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau ya, ndhuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu, aku mau nanya sama ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau nanya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu nyanyiin lagu apa waktu aku mau tidur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm. Ibu lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lagu apa, Bu? Ingat-ingat dong, Bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm.. Ibu Kita Kartini. Ibu suka nyanyiin lagu itu untuk kamu waktu masih orok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah, itu ibu nyanyi Ibu Kita Kartini, tapi, aku malah disuruh berhenti sekolah terus kawin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-8350851505629228025?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/8350851505629228025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/03/gambuh-merapuh-ditantang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8350851505629228025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/8350851505629228025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/03/gambuh-merapuh-ditantang-ibu.html' title='Gambuh Merapuh Ditantang Ibu'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-869831684992987254</id><published>2010-02-23T20:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T02:21:44.591-08:00</updated><title type='text'>DOMINASI KETIAK JANTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S4Soo2IWKcI/AAAAAAAAADA/hKSx39JhJV0/s1600-h/RESNARIAASMARA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S4Soo2IWKcI/AAAAAAAAADA/hKSx39JhJV0/s320/RESNARIAASMARA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441659669449157058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana kamu?&lt;br /&gt;"Di belakang, sedang mengisi rantang."&lt;br /&gt;"Cepat sini, saya tantang kamu di atas ranjang!"&lt;br /&gt;"Dasar patriak."&lt;br /&gt;"Dosa loh kalau  menolak."&lt;br /&gt;"T I D A K!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-869831684992987254?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/869831684992987254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/02/rra-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/869831684992987254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/869831684992987254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/02/rra-2.html' title='DOMINASI KETIAK JANTAN'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S4Soo2IWKcI/AAAAAAAAADA/hKSx39JhJV0/s72-c/RESNARIAASMARA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-6968871692054648791</id><published>2010-02-15T23:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T23:47:33.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ocehan'/><title type='text'>pupu(..) kinanti</title><content type='html'>Ibu pun mengayun-ayunkan tangannya perlahan, sambil menembang pupuh kinanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Budak leutik bisa ngapung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya menggerakan tangannya mengelus sesuatu dalam dekapan hangat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Babaku ngapungna peuting&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya pun mundur menghadap jendela, menghadap sore, dan matahari yang setengah terbenam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nyuriling kakalayangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maghrib pun berkumandang. Namun, tak mengubahnya untuk terus menembang pupuh sambil melihat segerombolan burung beterbangan mendekat pada matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Neangan nu amis-amis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya terhenti, begitu pula lantunan tembangnya. Kemudian dirinya membalik ke arah meja, mengambil segelas teh manis hangat, dan meneguknya perlahan dengan menggunakan tangan kanannya. &lt;br /&gt;Tangan kirinya masih mendekap sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sarupaning bungbuahan.&lt;br /&gt;Naon bae nu kapanggih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutnya.&lt;br /&gt;Diletakkannya gelas yang hampir kosong itu kembali pada meja. Kedua tangannya masih mendekap sesuatu, semakin erat, namun tak sesak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ari beurang ngagarantung&lt;br /&gt;Pinuh dina dahan kai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun melangkah, masih mendekap sesuatu di dalam dadanya, sesekali mengelus perlahan, seperti takut mengusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disarada pateumbalan&lt;br /&gt;Nu kitu naon ngaranna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya pun tertahan di depan sebuah cermin, dilihatnya dekapan tangannya dalam cermin, kosong, tak ada seseorang atau sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kamana si Kinanti&lt;/span&gt;?” ucapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-6968871692054648791?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/6968871692054648791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/02/pupu-kinanti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6968871692054648791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6968871692054648791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/02/pupu-kinanti.html' title='pupu(..) kinanti'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-4057689034952141737</id><published>2010-01-03T21:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-22T06:13:25.480-07:00</updated><title type='text'>Pengharapan 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S0GBunBkesI/AAAAAAAAACQ/aoSEPuDBJaA/s1600-h/samar-semar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S0GBunBkesI/AAAAAAAAACQ/aoSEPuDBJaA/s320/samar-semar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422758064080321218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Adakah aku sia-sia menjadi putramu, Ibu?” Tak ada jawaban, ibunya hanya menggerutu soal harga minyak yang semakin mahal, semahal biaya sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-4057689034952141737?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/4057689034952141737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/01/pengharapan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4057689034952141737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/4057689034952141737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2010/01/pengharapan-1.html' title='Pengharapan 1'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S0GBunBkesI/AAAAAAAAACQ/aoSEPuDBJaA/s72-c/samar-semar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-281910740694069202</id><published>2009-12-29T06:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T06:20:43.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ocehan'/><title type='text'>segelas dari barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SzoQKFoPNbI/AAAAAAAAACI/XCo0pEk0te4/s1600-h/7520_1039162637499_1778531768_73564_1003327_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SzoQKFoPNbI/AAAAAAAAACI/XCo0pEk0te4/s320/7520_1039162637499_1778531768_73564_1003327_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420662866989495730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa minuman ini begitu menyegarkan?&lt;br /&gt;Membuat peluh terhapus, apalagi jika diberikan sebalok es didalamnya.&lt;br /&gt;Lalu, kemana perginya es kelapa muda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa minuman ini begitu menghangatkan?&lt;br /&gt;Tanpa alkohol didalamnya, membuat keluarga berkumpul, dan tawa hangat pun bersenandung.&lt;br /&gt;Kakek pun bisa meminum, adik kecil pun menyukainya.&lt;br /&gt;Lalu, kemana perginya bandrek abah ketika udara mendingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa minuman ini bergoyang dahsyat di lidah?&lt;br /&gt;Ungkapnya cocok di minum sehabis makan opor ayam, jengkol, atau pun kerak telor.&lt;br /&gt;Lalu, kemana perginya teh manis ala warteg?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa minuman ini bermulut manis?&lt;br /&gt;Rasanya nikmat.&lt;br /&gt;Namun, perempuan merasa kesakitan ketika si bulan datang setelah meminumnya.&lt;br /&gt;Kalsium pun terikat ke dalam kedalamannya.&lt;br /&gt;Membuat ingus berjuntaian di wajah adik kecil. &lt;br /&gt;Pedesaan pun ingin mengecapnya, katanya mewah seperti perkotaan. &lt;br /&gt;Merusak lambung sehabis berbuka.&lt;br /&gt;Mengendapkan zat kimiawi di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bapak bilang, itu adalah air seni!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-281910740694069202?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/281910740694069202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/12/segelas-dari-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/281910740694069202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/281910740694069202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/12/segelas-dari-barat.html' title='segelas dari barat'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SzoQKFoPNbI/AAAAAAAAACI/XCo0pEk0te4/s72-c/7520_1039162637499_1778531768_73564_1003327_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-6134423632879081983</id><published>2009-09-23T05:43:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T06:10:58.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ocehan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis'/><title type='text'>Atas Nama Diskriminasi dan Dilema Eksistensi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SroeQOhwk2I/AAAAAAAAABg/kLKo07apiSM/s1600-h/sudra.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384649568601281378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SroeQOhwk2I/AAAAAAAAABg/kLKo07apiSM/s320/sudra.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SroaOQOqCYI/AAAAAAAAABQ/tzXVbT2FGrM/s1600-h/semar.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384645136651782530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 270px; CURSOR: hand; HEIGHT: 281px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SroaOQOqCYI/AAAAAAAAABQ/tzXVbT2FGrM/s320/semar.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dunia ini membuat setiap orang dilema akan eksistensinya. Di satu sisi, mereka butuh untuk menjadi bagian dari suatu kelompok dan kemudian diakui eksitensinya. Di sisi lain, ternyata terdapat beberapa perasaan mengganjal di dalam diri masing-masing individu tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun, perlu diperhatikan juga, bahwa beruntunglah bagi individu-indivu yang mengalami perasaan dilematis tersebut. Setidaknya mereka telah melakukan proses kognisi. Setidaknya mereka telah menemukan suatu bentukan arah yang lebih jelas. Setidaknya, mereka telah menemukan satu titik balik yang akan menjadi landasan kehidupan untuk mereka nantinya. Setidaknya, inilah saat-saat bagi mereka untuk memilih, mencari alternatif dari kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, jika perasaan dilematis tersebut tidak muncul. Manusia tidak akan bisa menemukan eksistensi diri yang sebenarnya. Oleh karena itu, mempertanyakan dan mengungkapkan suatu kebingungan adalah inti kehidupan yang terkadang terlupakan. Memang, mendalami atau mencoba mencari solusi dari suatu kebingungan itu adalah hal yang melelahkan. Namun, inilah proses kontemplasi yang semestinya dilakukan oleh manusia setidaknya sekali dalam seumur hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam fase atau titik ini, saatnya bagi kita untuk memvisualisasikan kejadian-kejadian terdahulu dan yang akan datang. Mari coba kita renungkan apa yang pernah dilakukan sebelumnya, bagian terbaiknya dan juga yang paling terburuk. Cobalah mempertanyakan apakah eksistensi diri kita terdahulu itu goblog atau tidak. Setelah itu, mari kita memvisualisasikan juga apa yang ingin kita lakukan di kemudian hari, apakah kita memiliki tujuan hidup atau tidak. Perlu diperhatikan juga, jangan pernah merasa takut untuk mengekspresikan tujuan hidup tersebut. Jangan pernah merasa takut untuk dilecehkan oleh orang-orang banyak hanya karena tujuan hidup kita tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan kali ini memang sedikit berkontradiktif dengan figur Semar yang identik dengan ketidakpastian jalan hidupnya. Namun, perlu diperhatikan juga, memvisualisasikan diri di masa depan hanyalah suatu gambaran hidup yang sebenarnya masih samar juga. Manusia bisa terus berencana, namun pada kenyataannya apa yang direncanakan tersebut belum tentu akan terjadi di masa depan. Intinya, manusia harus bisa siap dengan segala perubahan dan harus bisa membuat suatu macam antisipasi untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Semua kebingungan ini dimunculkan karena adanya dilema eksistensi. Manusia telah diciptakan untuk menjadi seorang individu dan makhluk sosial. Keduanya, membuat suatu kedilemaan. Batasan yang jelas antara keduanya pun kini tidak jelas. Namun, terkadang ketidakjelasan menjadi sebuah solusi yang cemerlang, setidaknya hal ini bisa menjadi sesuatu hal lebih fleksibel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita Tak Ada Tempat Untuk Sudra, nampak begitu jelas, bahwa orang-orang dalam kasta Sudra menginginkan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok yang lebih besar lagi. Mereka berusaha mati-matian untuk diterima oleh orang banyak dalam kelompok yang lebih besar lagi. Namun, kenyataannya, diskriminasi telah mengubahnya, tidak ada tempat baginya, tidak ada tempat untuk Sudra. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di sini juga terjadi dilema eksistensi, Semar, seorang individu, menginginkan untuk menjadi bagian suatu kelompok. Namun, apa yang terjadi? Keinginannya untuk menjadi makhluk sosial, bagian dari kelompok yang lebih besar, hancur lebur dengan sia-sia, dikarenakan sebuah fenomena yang disebut diskriminasi. Diskriminasi yang terjadi pada cerita ini sudah jelas dikarenakan oleh latar belakang seseorang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia benar-benar dapat memenuhi kebutuhannya ini? Memiliki pribadi yang unik, menjadi bagian dari suatu kelompok tanpa adanya persyaratan tertentu, dan menerima seseorang yang lain dengan apa adanya. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-6134423632879081983?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/6134423632879081983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/09/atas-nama-diskriminasi-dan-dilema.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6134423632879081983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/6134423632879081983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/09/atas-nama-diskriminasi-dan-dilema.html' title='Atas Nama Diskriminasi dan Dilema Eksistensi'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/SroeQOhwk2I/AAAAAAAAABg/kLKo07apiSM/s72-c/sudra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-1019114343188705132</id><published>2009-09-13T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T07:45:40.210-07:00</updated><title type='text'>Di Balik Persetubuhan</title><content type='html'>Persetubuhan itu peleburan dua manusia dalam satu peristiwa, dimulai dari Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan antara Adam dan Hawa itu sangatlah suci, merupakan proses produksi pertama di bumi, dimana manusia dijadikan sebagai media dari Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan itu bukan hanya menjelaskan gejala fisik dan seksual saja, maknanya lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan itu tidak selalu buruk maknanya. Coba putar pikiran anda, maknanya bukan hanya soal mesum-mesuman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun bersetubuh, hingga akhirnya melahirkan anak dari hasil persetubuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan yang terjadi di antara kami, bukanlah gejala-gejala dari seksualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan yang terancang dari dua pemikiran manusia yang terus berubah hingga terjadi hubungan dialektis yang saling mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus bersetubuh, bukan untuk acara mesum, bukan untuk acara hedonis, tapi sebagai media perenungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik perempuan maupun laki-laki dapat melahirkan di tempat ini. Melahirkan benih yang tertanam sejak kecil. Bergembiralah menjadi media dari Sang Pencipta!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-1019114343188705132?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/1019114343188705132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/09/di-balik-persetubuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1019114343188705132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/1019114343188705132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/09/di-balik-persetubuhan.html' title='Di Balik Persetubuhan'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1946509366939468868.post-5644031905238756819</id><published>2009-08-29T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T06:11:33.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ocehan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Rabun Ilusi dari Kircon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/Spjp14d3NII/AAAAAAAAABI/ae7X8_ue62Q/s1600-h/kacamata.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375303267166663810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/Spjp14d3NII/AAAAAAAAABI/ae7X8_ue62Q/s320/kacamata.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Semua orang di tempat ini bermata rabun, bukan rabun jauh ataupun rabun dekat, namun, rabun ilusi. Hari ini adalah hariku, merupakan hari pertama bagiku bermata rabun.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Di tempat ini, bermata rabun adalah hal yang paling ditunggu-tunggu, layaknya menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki. Dengan bermata rabun, kita diperbolehkan untuk memilih kacamata ajaib yang terdiri dari dua warna &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt;, hitam dan putih. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tempat pertama yang kusinggahi sebagai tempat uji coba kacamata ajaib adalah jembatan layang ini. Tempat yang sangat ramai, penuh dengan manusia dan segala urusannya. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Namun, pemandangan tersebut tidak dapat kulihat dengan jelas, karena aku telah rabun. Inilah saatnya bagiku untuk menggunakan kacamata, kupilih yang ber&lt;i&gt;frame&lt;/i&gt; putih dulu saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Pemandangan yang kupaparkan tadi, kini terlihat jelas. Di setiap sudut terdapat manusia dengan urusannya, ada yang mengkonsumsi, ada yang memproduksi, dan ada juga yang mendistribusi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Tempat ini sangat menjijikkan, banyak sampah berserakkan dimana-mana, keringat dan peluh menebar di setiap kulit manusia, pencemaran lingkungan yang parah, dan telingaku sangat sakit karena mendengar suara –suara yang bermunculan tanpa keteraturan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Aku melihat ke sudut pasar itu, sekelompok manusia menggenggam barang. Masing-masing manusia memiliki barang terlaknat itu, lem aibon. Yang aku tahu barang itu dipergunakan untuk merekatkan barang-barang yang terpecah belah, bukan untuk dihirup! Ada apa dengan manusia-manusia ini? Kenapa mereka tidak membantu mengurangi pencemaran lingkungan saja? Kenapa mereka tidak membantu dinas sosial untuk menertibkan para gelandangan?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Atau setidaknya membantu seorang nenek yang ingin menyebrangi jalan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Tempat yang sangat kacau. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Aku tak sanggup menggunakan kacamata ini untuk melihat pemandangan itu. Segera aku melepaskannya dan kemudian kupakai kacamata ber&lt;i&gt;frame &lt;/i&gt;hitam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Aku masih melihat sekelompok manusia yang menjijikkan tadi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Namun, kini perasaanku lain, aku ingin mendekati mereka, duduk di antara mereka, dan mencoba barang terlaknat itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Kini, barang terlaknat itu ada di tanganku. Pelan-pelan kudekatkan pada hidungku. Baunya pekat namun memperdaya setiap sel-sel dalam tubuhku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Hey, kemana perginya polusi? Kemana perginya kekacauan? &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Kemana perginya pencemaran lingkungan? Semuanya hilang dan tergantikan oleh pemandangan yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Lihatlah anak-anak itu! Mereka bernyanyi dengan indahnya. Semuanya berubah menjadi padang rumput yang sangat indah ditambah dengan bukit-bukit yang memukau. Semua manusia kini sedang bernyanyi dan menari dengan indah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Kata siapa ini barang terlaknat? Ini barang ajaib, pelipur lara. Tapi, cukup sampai disini dulu saja perkenalanku dengan barang terlaknat itu. Kubuka kacamata ini dan kini aku menjadi rabun kembali. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Ah, manusia memang rabun. Setelah menggunakan kacamata ajaib, tetap saja manusia rabun. Tidak pernah tahu mana yang benar dan tidak jua tau mana yang salah. Semuanya menghadapi persoalan yang dilematis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Kuraba lingkungan disekitarku. Tak disengaja, aku telah meraba seorang bapak-bapak berkumis lebat yang sedang menyantap bubur. Awalnya aku ingin mengambil buburnya, namun, kini pemikiranku berubah, aku meraih sendok yang digenggamnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Sendok itu kugunakan untuk hal yang akan membuatku bahagia selamanya, untuk mencokel kedua mataku. Suara histeris menggema disekitarku. Kubayangkan rasa sakitnya, ternyata tidak muncul, yang ada hanya rasa nikmat dan lega. Suara-suara itu masih saja histeris. Namun secara perlahan, suaranya semakin menjauh hingga menjadi senyap. Mungkin, mereka ketakutan dengan diriku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Lebih baik aku menjadi seorang yang buta saja. Setidaknya, aku tidak perlu berurusan dengan permasalahan yang dilematis. Setidaknya, aku tidak perlu melihat realitas yang ada. Setidaknya, aku tidak perlu memilih kacamata mana yang harus kupakai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Realitas itu seperti cermin, membalikkan semua keadaan. Hal yang baik, dipantulkan menjadi kepahitan dan kekacauan. Hal yang buruk, dipantulkan menjadi sesuatu yang indah nan memukau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Tapi, kedua-duanya racun, terkadang menjadi sebuah candu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1946509366939468868-5644031905238756819?l=per-setubuh-an.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/feeds/5644031905238756819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/08/rabun-ilusi-dari-kircon.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5644031905238756819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1946509366939468868/posts/default/5644031905238756819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://per-setubuh-an.blogspot.com/2009/08/rabun-ilusi-dari-kircon.html' title='Rabun Ilusi dari Kircon'/><author><name>bebe &amp;amp; inel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06021758340332496359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/S8e1blTmChI/AAAAAAAAADQ/Y4vTkMu-Ths/S220/10324_1278983533355_1193012400_30865245_1170674_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_B81kMTGSDG4/Spjp14d3NII/AAAAAAAAABI/ae7X8_ue62Q/s72-c/kacamata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
